Kamis , 18 May 2017, 17:50 WIB

Aisyiyah Luncurkan Beasiswa Massal Guru PAUD untuk Indonesia Timur

Rep: Yulianingsih/ Red: Fernan Rahadi
dok. Republika
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah meluncurkan beasiswa massal untuk guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Beasiswa ini akan dikonsentrasikan bagi guru-guru PAUD di Indonesia bagian Timur.

Peluncuran program beasiswa ini dilakukan oleh Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat pembukaan rembug nasional pendidikan anak usia dini dalam rangka memperingati Milad Aisyiyah ke 100 tahun di Universitas Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Kamis (18/5).

Menurut Ketua PP Aisyiyah Noordjanah Djohantini, untuk tahun ini sedikitnya akan ada 100 guru PAUD yang akan menerima beasiswa tersebut. Beasiswa sendiri kerjasama PP Aisyiyah dengan Kemendikbud, CSR, Lazis Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

Launching program tersebut ditandai dengan penyerahan beasiswa dari Kemendikbud kepada Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Maluku dan Papua Barat. "Modelnya bermacam-macam, ada yang melanjutkan study di Universitas Terbuka ada yang di PTM dan ada yang sharing pembiayaan pendidikan," ujarnya usai pembukaan rembug nasional PAUD.

Diakuinya, langkah tersebut merupakan ikhtiar PP Aisyiyah untuk mewujudkan generasi emas 2045. Karena pendidikan usia dini merupakan dasar dalam pembentukan karakter anak menuju generasi emas 2045. Aisyiyah sendiri sudah berdakwah di pendidikan usia dini sejak 1919. 

Saat ini Aisyiyah kata Noordjanah telah memiliki 20 ribu intitusi pendidikan anak usia dini di seluruh Indonesia. Jumlah ini mencapai 25 persen dari total institusi PAUD di seluruh Indonesia.

"Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas guru PAUD. Dan ini yang kita fokus dalam peningkatan kualitas melalui pendidikan lanjut," katanya.

Diakuinya, selama ini beasiswa bagi guru PAUD sudah dilakukan namun belum secara massal. Tahun ini beasiswa untuk guru PAUD tersebut dilakukan secara massal. Ke depan akan semakin banyak guru PAUD yang akan memperoleh beasiswa tersebut.

Melalui rembug nasional PAUD sendiri PP Aisyiyah juga merumuskan dan mencarikan solusi berbagai hal terkait pendidikan usia dini di Indonesia. Rembug nasional PAUD sendiri diikuti sekitar 500 pemerhati, praktisi dan utusan pimpinan wilayah Aisyiyah dari 34 provinsi se Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, pertumbuhan PAUD di Indonesia sangat pesat sementara kualitas guru yang sifatnya formal tidak bisa mengejar pertumbuhan lembaga PAUD tersebut.

"Penyelenggara pendidikan guru PAUD itu terbatas. Kementruian sekarang ini juga menyediakan besiawa untuk mereka yang menjadi guru PAUD. Untuk S1 dan non degree," ujarnya.

Diakuinya, perhatian Kemendikbud terhadap PAUD memang masih kurang. Pasalnya perhatian kementrian fokus terhadap pemerataan pendidikan, pendidikan moral dan pendidikan vokasi. 

Pendidikan usia dini kata dia, banyak dikelola dan diselenggara oleh masyarakat termasuk Aisyiyah. Pemerintah kata Mendikbud hanya mengelola 3 ribu lembaga PAUD saja sementara puluhan ribu lainnya dikelola masyarakat dimana 25 persen merupakan milik Aisyiyah. 

Karenanya Kemendikbud sangat mengapresiasi program beasiswa guru PAUD yang digagas oleh Aisyiyah tersebut.