Selasa , 13 Juni 2017, 14:11 WIB

Jihad Kebudayaan Muhammadiyah Bangun Budaya Profetik

Red: Yusuf Assidiq
Dokumen
Kegiatan pengajian PWM Muhammadiyah.
Kegiatan pengajian PWM Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Salah satu perjuangan jihad kebudayaan Muhammadiyah adalah budaya profetik. Budaya profetik atau sering disebut budaya kenabian mengandung nilai humanis, liberasi, dan transendensi.

“Untuk mewujudkan keberlangsungan dan kesuksesan jihad kebudayaan, diperlukan kader dengan sumber daya manusia (SDM) yang kuat seperti seniman-budayawan yang memahami agama, dan ulama-mubaligh yang paham seni dan budaya,” kata Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga PP Muhammadiyah, Drs Sukriyanto.

Hal itu ia sampaikan pada hari terakhir pengajian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Senin (12/6). Pengajian mengangkat tema ‘Jihad Kebudayaan dalam Mewujudkan Kedaulatan dan Keadilan’.

Dijelaskan, secara teoretis, jihad dapat diartikan melaksanakan aktivitas atau kegiatan dengan sungguh-sungguh, sekuat tenaga, dan totalitas. “Dari pespektif Islam, jihad adalah berjuang secara total serta habis-habisan untuk mewujudkan agama Islam, ajaran, dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan untuk mencari ridha Allah,” ujarnya, dikutip dari laman uad.ac.id.

Jihad dapat dilakukan dengan harta benda (amwal) dan nyawa, jiwa, diri (anfus). Ia menegaskan, salah satu tujuan jihad Muhammadiyah adalah amar makruf nahi munkar. Tujuan dakwah ini untuk meninggikan martabat manusia dengan tidak berbuat kerusakan (fasid) dan tidak menumpahkan darah (yasfiku ad dima’), untuk kemuliaan Islam dan mencarai ridha Allah.

Salah satu cara yang dapat ditempuh Muhammadiyah untuk menyiapkan kader yang memiliki SDM tinggi dalam menyukseskan jihad kebudayaan adalah dengan membuka Program Studi (Prodi) di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) ataupun sekolah-sekolah yang erat kaitannya dengan seni budaya.

Cara lain yang dapat ditempuh yakni dengan membuka pesantren budaya, sekolah seni, pusat pendidikan dan latihan seni, sanggar budaya, juga pusat penelitian kajian dan pengembangan seni budaya profetik. “Hal penting yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas SDM ini adalah dengan melibatkan kader muda Muhammadiyah, utamanya mahasiswa,” ujarnya.

Berita Terkait