Jumat , 16 June 2017, 20:29 WIB

Muhammadiyah Siap Terapkan Sekolah Lima Hari

Red: Bayu Hermawan
Republika/Darmawan
Siswa SMU belajar bersama, Siswa SMU belajar berkelompok
Siswa SMU belajar bersama, Siswa SMU belajar berkelompok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah siap menerapkan kebijakan pemerintah sekolah delapan jam sehari lima hari sepekan di lembaga pendidikan ormas Islam tersebut, sebagaimana amanat Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017.

"Siap melaksanakan lima hari sekolah," kata Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Baedhowi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/6).

Baedhowi mengatakan, kesiapan itu seiring dengan pengalaman sejumlah sekolah di bawah Muhammadiyah yang telah menerapkan model sekolah lima hari.

Sekolah jenis itu, kata dia, diminati oleh masyarakat dengan banyak orang tua yang menyekolahlan putra-putrinya di sekolah lima hari milik Muhammadiyah.

Ia mengatakan progam sekolah lima hari memiliki tujuan mulia di antaranya seperti menguatkan nilai-nilai religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong dan integritas menuju Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Sekolah lima hari, Baedhowi mengatakan selaras dengan penguatan karakter siswa yang bermoral, beretika dan berbudi luhur. Menurut dia, sekolah lima hari memiliki visi untuk menciptakan generasi bangsa di tahun 2045 dengan keterampilan yang meliputi karakter berkualitas, literasi dasar dan kompetensi 4C (critical thinking, creativity, communicatiom dan collaboration).

"Hal itu perlu dilakukan untuk membekali siswa menghadapi ancaman degradasi moral, etika dan budi pekerti," ujarnya.

Dia mengatakan pelibatan sumber belajar selain sekolah selama 40 jam yang terbagi dalam lima hari seminggu akan semakin melibatkan masyarakat dalam melaksanakan pendidikan secara lebih luas dengan mengedepankan kearifan lokal yang dimiliki sumber belajar lainnya.

"Kepada seluruh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah di tingkat wilayah, daerah dan cabang perlu mendorong sekolah-sekolah untuk melaksanakan lima hari sekolah sesuai kesiapannya dan dapat dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Sumber : Antara