Rabu , 18 October 2017, 18:12 WIB

Spektronics ITS Satu-satunya Wakil ASEAN di Amerika

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Yusuf Assidiq
Antara
Prototipe mobil Spektronics Aero Superior.
Prototipe mobil Spektronics Aero Superior.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan mengikuti ajang American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E Car Competition 2017 di Minneapolis, Amerika Serikat pada 27 – 30 Oktober 2017. Tim Spektronics ITS ini merupakan satu-satunya wakil dari negara di kawasan ASEAN dan juga yang pertama dari Indonesia di ajang tersebut.

Empat mahasiswa dipercaya mengikuti ajang yang diselenggarakan organisasi keprofesian internasional untuk disiplin Ilmu Teknik Kimia. Mereka adaka Rifky Putra Herminanto (angkatan 2014), M Irfan Nurul Fajar (angkatan 2015), Miftahul Hadi (angkatan 2015), dan Timotius Giovandi (angkatan 2015).

"Keempat mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS tersebut merupakan perwakilan dari tim Spektronics yang beranggotakan 13 orang. Tak hanya dari Departemen Teknik Kimia, keseluruhan anggota tim juga berasal dari Departemen Teknik Elektro dan Departemen Kimia," kata Rektor ITS, Joni Hermana, saat melepas tim, di Ruang Sidang Rektorat ITS, Rabu (18/10).

Putu Adhi Rama Wijaya, selaku ketua Tim Specktronics ITS mengatakan, mobil Spektronics Aero Superior atau Spektronics AS yang akan diperlombakan adalah jenis mobil yang menggunakan reaksi Hidrogen Peroksida (H2O2) untuk menempuh jarak dengan Ferum (III) klorida (FeCl3) sebagai katalis.

Gas buangan dari bahan bakar mobil prototype ini berupa gas oksigen (O2) bertekanan dan juga air (H20). "Sehingga sangat ramah lingkungan,” ujar pria yang akrab disapa Rama ini.

Sementara itu, Timotius Giovandi, salah satu anggota tim menjelaskan, mobil berukuran panjang 36,8 centimeter (cm), lebar 25,0 cm, tinggi 29,0 cm dan massa 7.500 gram tersebut menggunakan sistem pneumatik untuk menggerakkan mesin mobil.

Gas bertekanan akan menggerakkan dan memberhentikan mobil secara langsung melalui hasil reaksi dekomposisi. "Sehingga tidak perlu stopping mechanism untuk memberhentikan mobil,” kata mahasiswa yang biasa disapa Timo tersebut.

Keunggulan mobil ini dibanding mobil sebelumnya, lanjut Timo, ialah terletak pada inovasi mekaniknya. Mobil yang akan ditandingkan saat ini memiliki efisiensi lebih baik. Jika dulu butuh reaktan sebesar 30 persen, sekarang dengan reaktan 15 persen saja mobil sudah bisa menempuh jarak yang sama jauhnya dengan mobil sebelumnya.

Untuk perlombaan ke Amerika Serikat ini, lanjut Timo, timnya harus terlebih dahulu mendapatkan sertifikasi terhadap keamanan komponen mobil yang akan dilombakan. Sebab, standard Amerika Serikat untuk perlombaan ini sangat tinggi.

"Mereka hanya menerima peserta yang mobilnya sudah tersertifikasi. Untungnya kami bisa mendapatkan sertifikasi komponen dari PT Fluida Sistem Energi Indonesia,” kata Timo.