Kamis , 07 September 2017, 22:16 WIB

SD Muhammadiyah Surabaya Integrasikan Ekstrakurikuler

Rep: Binti Sholikah/ Red: Gita Amanda
Republika/Yasin Habibi
Siswa-siswi Sekolah Dasar mengikuti pelajaran di sekolahnya. (ilustrasi)
Siswa-siswi Sekolah Dasar mengikuti pelajaran di sekolahnya. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya memasukkan ekstrakurikuler menjadi kegiatan pada jam pelajaran. Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dianggap menjadi tambahan pemicu semangat implementasi program pendidikan karakter di SD tersebut.

Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, Munahar, mengatakan sekolah yang dipimpinnya telah menerapkan semi fullday school sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, hari Sabtu para siswa masih mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kemudian sejak tahun ajaran baru mulai Juli 2017 ini, sekolah memasukkan kegiatan ekstrakurikuler pada jam pelajaran. 

"Sekolah kami sudah menanamkan pendidikan karakter melalui lima hari sekolah. Sebelum Juli ini, Sabtu masih digunakan untuk ekstrakurikuler. Mulai tahun ajaran ini Sabtu benar-benar libur," ujar Munahar saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/9).

Menurutnya, program tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari. Bahkan sebelum terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. 

Munahar menjelaskan, jika sebelumnya siswa kelas III, IV, V dan VI pulang sekolah pukul 14.30 WIB, kini jadwal pulang diundur 45 menit menjadi pukul 15.15 WIB. Sedangkan siswa kelas I dan II sebelumnya pulang pukul 12.45 WIB kini menjadi pukul 13.30 WIB. Untuk jadwal masuk kelas tetap pada pukul 06.40 WIB.

"Sebelum diterapkan, kami mengadakan survei yang melibatkan wali murid. Mayoritas senang karena Sabtu dan Ahad orangtua libur sehingga bisa dimanfaatkan untuk pendidikan keluarga," katanya.

Ia menyebutkan, ekstrakurikuler yang dimasukkan ke dalam jam pelajaran seperti baca tulis Alquran (BTQ), hafalan Alquran (Tahfidz), kesenian, bahasa Inggris, hingga kepanduan (Hizbul Wathon). Ekskul BTQ bagi kelas I, II dan III dilaksanakan pukul 08.00-09.00 WIB, sedangkan bagi kelas IV, V dan VI pada pukul 10.00-11.00 WIB. 

Menurut Munahar, sekolah lima hari membawa manfaat lebih besar. "Ada perubahan, pada Sabtu-Ahad anak-anak bisa beraktivitas di rumah sehingga Senin sudah fresh kembali," ujarnya. 

Ia menambahkan, setiap pembelajaran di SD Muhammadiyah 6 Gadung telah dimasukkan pendidikan karakter. Misalnya model pembelajaran kooperatif dengan membentuk kelompok. Hal itu akan mendidik anak agar belajar bergotong-royong, berpendapat, menghargai pendapat teman, dan empati. 

Para siswa juga diajari budaya tertib dengan menempatkan sepatu pada rak di masing-masing kelas. Hal itu akan membentuk karakter disiplin serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan teman. 

"Beberapa waktu lalu kami menggelar pertunjukan permainan musik Kolintang. Itu kan kalau main harus kompak. Supaya anak belajar pengendalian diri sehingga tidak korupsi," imbuhnya. Munahar juga menyatakan menyambut baik terbitnya Perpres tentang PPK karena semakin memicu semangat sekolahnya untuk menguatkan pendidikan karakter.