Senin , 11 September 2017, 17:57 WIB

UM Magelang Tuan Rumah Urecol ke-6

Red: Yusuf Assidiq
Dokumen
Sesi seminar dalam Urecol ke-6.
Sesi seminar dalam Urecol ke-6.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah, menjadi tuan rumah sekaligus penyelenggara kegiatan University Reseach Colloqium (Urecol) ke-6 yang diadakan Sabtu (9/9), di Kampus 2 UM Magelang. Urecol merupakan kegiatan rutin yang diadakan satu semester sekali oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Jateng dan DIY.

Acara dibuka oleh Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo, serta dihadiri oleh Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah, Dr Chairil Anwar. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LP3M) UM Magelang, Dr Heni Setyowati, dalam laporannya mengharapkan kegiatan Urecol dapat menyinergikan seluruh PT  untuk memantapkan strategi sehingga memberikan kontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Urecol kali ini juga merupakan rangkaian kegiatan milad ke-53 UM Magelang. "Alhamdulillah, tahun ini UMM menempati peringkat 100 besar perguruan terbaik Nasional dan  kinerja Pengabdian kepada Masyarakat UM Magelang berada pada posisi 40 dari  PT se Indonesia dan menempati posisi tertinggi ketiga di antara PTM se Indonesia,” ujar Heni, dalam siaran pers.

Mengangkat tema 'Kontribusi PT dalam Mencapai SDGs', kegiatan Urecol berlangsung dengan dua sesi kegiatan yakni seminar dan presentasi hasil penelitian. Adapun peserta seminar adalah dosen dan mahasiswa dari PT, termasuk praktisi dari berbagai wilayah. Prof Haryono Suyono dan Prof Imam Robandi menjadi nara sumber dan pemakalah seminar.   

Dalam makalahnya berjudul 'Kontribusi Muhammadiyah sebagai Organisasi Islam Berbasis Masyarakat dalam Mencapai SDGs', Haryono Suyono  antara lain mengungkapkan perguruan tinggi haruslah terus menerus melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan.

Sebagai penggagas Program Posdaya, ia memaparkan beberapa kegiatan yang dapat membawa kesejahteraan masyarakat antara lain melalui kebun bergizi, rumah kebun, industri pertanian dan peternakan, dan memberikan kegiatan serta fasilitas kepada lansia.

Adapun Imam Robandi dalam makalahnya bertema 'a Research based Activity as Brand as Value'  menekankan perlunya menumbuhkan budaya riset. Ia mengungkapkan PTM memiliki kelemahan dalam koneksitas, kolaborasi, dan kreativitas sehingga perlu terus dieksplorasi. "Apalagi sekarang merupakan era digital di mana  segala sesuatu serba cepat dan kompetisi yang semakin ketat," katanya.