Rabu , 13 September 2017, 09:11 WIB

KKN UMY Bangun Rumah Data Kependudukan di Desa Srimulyo

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gita Amanda
Humas UMY
Mahasiswa-mahasiswi KKN UMY melakukan renovasi Rumah Data Kependudukan di Bantul, Yogyakarta.
Mahasiswa-mahasiswi KKN UMY melakukan renovasi Rumah Data Kependudukan di Bantul, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang ada di Dusun Jasem Bantul memberikan kontribusi terhadap desa tersebut. Di antaranya, melakukan renovasi untuk Rumah Data Kependudukan, sekaligus penataan ruangan dalam rumah, pemberian televisi sebagai sarana penunjang, seperangkat komputer dan website sebagai sarana informasi masyarakat.

KKN UMY angkatan 2014 itu merupakan gabungan 10 kelompok yaitu 216, 039, 259, 222, 025, 082, 251, 018 dan 207 dibimbing Emil Adly, Cahya Damarjati dan Hakas Prayuda. Ketua Program, Sugeng Suryanto mengatakan, ide itu diinisiasi Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), diawali dengan menyediakan media elektronik dan disepakati untuk merenovasi rumah.
 
Ia menerangkan, proses pengerjaannya memakan waktu sekitar tiga pekan, dan melibatkan dua tukang untuk membantu memasang atap dan dinding rumah. Mahasiswa Jurusan Ekonomi Perbankan Islam itu berharap, proyek yang mereka kerjakan mampu memberikan lebih banyak manfaat tidak cuma bagi masyarakat, melainkan pula mahasiswa.
 
"Alhamdulillah, bisa selesai dan semoga ke depannya ini tidak sekadar membantu warga dari sektor pendataan, tapi lebih bermanfaat bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu serta wawasan tentang kependudukan," kata Sugeng, Selasa (12/9).
 
Salah satu dosen pembimbing lapangan, Emil Adly menuturkan, kontribusi yang dilakukan mahasiswa sangat luar biasa terhadap Dusun Jasem, dan program sendiri fokus kepada permasalahan kependudukan. Program dibantu BKKBN dan Teknik Sipil UMY, dengan total dana yang digunakan sekitar Rp 20 juta.
 
"Menurut saya, ini kontribusi yang cukup besar karena hal yang seperti ini masih jarang," ujar Emil.
 
Kepala LP3M UMY, Gatot Supangkat berharap, pengembangan Rumah Data Kependudukan dapat mengedukasi masyarakat dan semakin memajukan Dusun Jasem. Ia turut berharap, program ini dapat mengubah pola pikir masyarakat terhadap BKKBN, yang tidak hanya berkaitan dengan IUD dan dua anak cukup.
 
"Harapannya, ini bisa jadi center of excellent di kemudian hari walau rumah ini kecil, namun yang terpenting fungsinya," kata Gatot.