Kamis , 14 September 2017, 19:47 WIB

BUMN Tawarkan Peluang Kerja Sama dengan Pengusaha Muhammadiyah

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Ratna Puspita
Agus Bebeng/Antara
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) saat acara
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) bersama Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) dan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) saat acara "Rakernas MEK dan Silaturahim Kerja Nasional Jaringan Sudagar Muhammadiyah", Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/9). Silaknas tersebut digelar untuk mempertemukan semua pengusaha UKM maupun pengusaha besar, yang merupakan bagian dari dakwah Muhammadiyah di bidang ekonomi, dengan mengangkat tema mendorong ekonomi untuk kemajuan dan kemandirian.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Staf Khusus Menteri BUMN Ahmad Bambang mengatakan banyak peluang kerjasama antara BUMN dan pengusaha-pengusaha dari Muhammadiyah. Dia berpendapat peluang ini bisa dikerjasamakan agar antara pemerintah dan pengusaha swasta bisa bersinergi.

"Banyak peluang kerjasama antara BUMN yang ada dengan pengusaha-pengusaha dari Muhammadiyah ini. Memang, swasta harus dikasih kesempatan," kata Bambang saat mewakili Menteri BUMN Rini Soemarno dalam seminar bertajuk 'Potensi Kerjasama BUMN dan Muhammadiyah' yang diselenggarakanpada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ekonomi dan Kewirusahaan (MEK) serta Silaturahim Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah (Silkanas JSM) di Hotel Bidakara Savoy Homan, Kota Bandung, Kamis (14/9).

Menurutnya BUMN yang dimiliki Pemerintah Indonesia berada di berbagai sektor, mulai dari pemanfaatan sumber daya alam hingga bisnis keuangan. BUMN-BUMN tersebut didirikan untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur.

Ia mengungkapnya banyak potensi yang bisa dimanfaatkan pengusaha secara kreatif bekerjasama dengan BUMN. Kerjasama ini bakal memacu BUMN yang belum optimal mengelola sektornya. 

"Kita punya PT PN (Perkebunan Nasional) yang arealnya sangat luas, tapi mereka punya enggak merek kopi terkenal, merek produk terkenal? Enggak. Ini PR besar kami memang, tapi sekaligus potensi untuk pengusaha bekerjasama," ujarnya.

Ia menerangkan pengusaha kreatif bisa berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya hasil perkebunan milik PTPN. Dia menyontohkan pengusaha bisa melirik bisnis karet yang sumberbya melimpah di Indonesia. 

Karet ini bisa diolah menjadi ban pesawat terbang yang saat ini banyak dibutuhkan perusahaan penerbangan. “Saya contohkan Garuda Indonesia. Biaya Garuda untuk ganti ban hampir Rp 2 triliun setahun. Ternyata ganti bannya harus ke Hongkong. Padahal, bahan baku karetnya dari Sumatera. Coba para pengusaha Muhammadiyah \Ibikin\I pabrik ban pesawat," kata dia. 

Dia menilai pelaku UKM juga bisa memanfaatkan BUMN untuk mendapatkan bantuan kredit dalam mengembangkan usahanya. Ada banyak BUMN yang bisa membantu salah satunya program Membina Keluarga Sejahtera (Mekar) lewat BUMN Permodalan Nasional Madani. "Kerjasama dengan BUMN yakni bukan dilihat dari sisi proyek tapi peluang," ucapnya.

Ia juga mengatakan Kementerian BUMN juga sedang konsen pada pengembangan sektor logistik ke seluruh wilayah Indonesia. Karena itu, pengusaha juga bisa memanfaatkan peluang pengembangan distribusi logistik dan retail di desa-desa bersama BUMN.

Ia pun mendorong pengusaha bisa terus membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan menciptakan inovasi-inovasi sesuai potensi yang ada.