Rabu , 11 October 2017, 17:23 WIB

Alumnus UMM Ini Ingin Aktif di Muhammadiyah Jerman Raya

Red: Dwi Murdaningsih
UMM
Lufi Kartika Sari, alumni Alumni Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Lufi Kartika Sari, alumni Alumni Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lufi Kartika Sari, alumnus Alumni Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2003 itu ingin aktif di Muhammadiyah Jerman Raya. Dia kini menempuh studi S3 di Brussel, Belgia.

Sudah tiga tahun menempuh pendidikan S3 di Belgia, sesekali Lufi masih menyempatkan diri berkomunikasi dengan teman-temannya di Malang. Dia juga ingin tetap aktif di  Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Belgia.

Sebelumnya, Lufi sempat mengenyam beasiswa Erasmus Mundus kerjasama UMM dengan Komisi Uni Eropa. Tahun 2010, ia bersama teman seangkatan dari Fakultas Hukum, Roy Irawan, menempuh studi pertukaran pelajar di Trento, Italia.

“Alhamdulillah studi saya terus berlanjut berkat kerja sama UMM dengan Erasmus itu,” kata Lufi, di sela-sela Pembukaan Acara Europalia di Brussel, Belgia, Selasa (10/10).

Di ajang Europalia Lufi sangat terkesan karena kerinduan akan budaya Indonesia sedikit terobati. Gelaran budaya Indonesia yang berlangsung selama empat bulan di Eropa ini memang menanpilkan berbagai karya seni budaya yang mengagumkan. Bagi warga Eropa ini adalah kesempatan sangat baik untuk mengenal Indonesia.

“Sangat senang, apalagi ketemu banyak orang Indonesia. Saya juga ketemu dosen bahkan rektor saya yang sekarang jadi Mendikbud,” ungkap Lufi senang usai bertemu dengan Mendikbud Muhadjir Effendy dan Staf Khususnya Nasrullah  di Henry Leboeuf Hall, Brussel, Belgia.

Lufi menempuh studi S3 di Vrije Universiteit Brussel mengambil jurusan Ilmu Pendidikan. Kini ia memasuki tahun ketiga.

“Disertasi saya akan meneliti pendidikan profesionalisme guru terutama di daerah tertinggal. Sumber data saya banyak saya ambil dari UMM, Padang, Makassar dan berharap bisa mengakses data dari Kemdikbud,” kata dia.

Gadis asal Probolinggo ini mengaku bangga pernah menjadi bagian dari UMM. Apalagi ia sudah banyak memperoleh prestasi juga berkat kuliah di UMM. Berbagai negara dikunjunginya berkat beasiswa Erasmus Mundus.

“Saya sangat ingin membantu mengenalkan UMM kepada dunia. Saya siap membantu jika UMM ingin membangun kolaborasi dengan kampus saya di sini,” kata alumnus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini.

Berita Terkait