Jumat , 03 November 2017, 20:30 WIB

Ribuan Kader Muhammadiyah Hadiri Tanwir Nasyiatul Aisyiyah

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko
Wikipedia
Logo Muhammadiyah.
Logo Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah menggelar pembukaan Tanwir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Jumat (3/10). Acara ini dihadiri setidaknya 2.500 kader Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini mengatakan bahwa pembukaan kegiatan ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh tokoh agama maupun tokoh pemerintahan. "Ramai tadi ada sekitar 2.500 lebih orang. Peserta itu 250 dari seluruh Indonesia. Terus ditambah dari PP Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah itu," ujarnya kepada republika.co.id, Jumat (3/11)
 
Tokoh yang hadir dalam pembukaan Tanwir itu di antaranya, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, serta beberapa tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam kegiatan Tanwir juga akan dihadiri oleh Menteri Agam Lukman Hakim Saifuddin dan juga Mantan Ketum Muhammadiyah Din Syamsuddin.
 
Dalam sambutannya, Diyah menyerukan agar kader Nasyiatul Aisyiah bisa melakukan perubahan untuk menghadapi zaman globalisasi dengan menjadikan diirnya sebagai advokat bagi lingkungannya, serta selalu memberikan kontribusi terhadap bangsa dan umat.
 
"Kami selaku perempuan muda, dengan gerakan perempuan muda Islam berkemajuan ini untuk keadilan sosial ini tentunya akan menyoroti dan akan memperjuangkan hak-hak perempuan dan anak yang mendapakan ketidakadilan selama ini," katanya.
 
Selain itu, menurut dia, dengan diluncurkannya Gerakan Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiah dan Gerakan Bebas Stunting di Nasyiatul Aisyiah kedepannya akan dilakukan upaya untuk memerangi kondisi stunting yang terjadi di Indonesia yang teryata cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. "Nah ini bentuk solidaritas Nasyiatul Aisyiah untuk memperbaiki generasi yang akan datang," ucapnya.okasi," katanya.
 
Terakhir, Istri dari Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nasir ini mengatakan bahwa ikhtiar perempuam muda Muhammadiyah untuk menciptakan keadilan sosial harus disuarakan. "Anak muda lah yang mereka harus punya jihad . Dari muda jihad sudah harus ditanamkan, sehingga kita punya harapan bahwa Indonesia semakin meraih keunggulan, kesejahteraan," jelasnya.
 
"Bagus lah acara anak muda ini yang punya semangat begitu yang sudah berkhidmat untuk mengikhtiarkan keadilan sosial yang selama ini kita prihatinkan," imbuhnya.