Sabtu , 04 November 2017, 15:13 WIB

NA Launching Gerakan Keluarga Muda Tangguh Nasyiah

Rep: Muhyiddin/ Red: Gita Amanda
Dok. Istimewa
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini sambutan dalam acara pembukaan Tanwir I Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Jumat (3/10).
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini sambutan dalam acara pembukaan Tanwir I Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Jumat (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) membuka secara resmi Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (3/11). Kegiatan ini dibuka Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Siti Noordjanah Djohantini, yang juga merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah.

Dalam acara ini, Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah juga melaunching Gerakan Keluarga Muda Tangguh Nasyiah (KMTN) Bebas Stunting sebagai program utama yang lahir dari hasil Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah yang disebut dengan Manifesto Banjarmasin, yang ditandai dengan memasang Rompi Relawan KMTN Bebas Stunting secara simbolis.
 
Para tokoh seperti Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor juga menandatangani dukungan terhadap Gerakan Keluarga Muda Tangguh Nasyiah (KMTN) Bebas Stunting, dengan diikuti oleh seluruh peserta Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah di akhir acara.
 
"Tadi juga di tengah acara pembukaan Tanwir juga dilaunching gerakan keluarga muda tangguh bebas stunting," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (3/11).
 
Menurut dia, kondisi stunting di Indonesia sangat memperihatinkan dibandingkan dengan negara-negara lain, sehingga Nasyiatul Aisyiah perlu melakukan gerakan nyata di masyarakat. "Kami akan melakukan upaya bersama dengan gerakan keluarga muda tangguh Nasyiatul Aisyiah dan launching gerakan bebas stunting di Nasyiatul Aisyiah untuk memerangi kondisi stunting yang terjadi di Indonesia yang teryata cukup tinggi dibandingkan dnegan negara-negara lain," katanya.
 
Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah ini mengusung tema Perempuan Muda Islam Berkemajuan untuk Keadilan Sosial. Tema ini dipilih untuk merepresentasikan dan menyuarakan kepentingan-kepentingan perempuan terkait akses dan kebijakan yang masih memprihatinkan di Indonesia melalui gerakan-gerakan perempuan yang dilakukan Nasyiatul Aisyiyah.
 
Sebelumnya acara pra-Tanwir juga telah digelar untuk menyemarakan kegiatan ini di Jakarta dan Yogyakarta, diantaranya dengan menggelar diskusi publik tentang #CegahStunting, FGD tentang advokasi terpadu dikalangan Persyarikatan Muhammadiyah dan FGD bersama stakeholder persyarikatan Muhammadiyah untuk mengintensifkan gerakan #CegahStunting.