Ahad , 05 November 2017, 20:55 WIB

NA Diminta Miliki Kepemimpinan Organisasi yang Tangguh

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Elba Damhuri
Dok. Istimewa
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini sambutan dalam acara pembukaan Tanwir I Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Jumat (3/10).
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini sambutan dalam acara pembukaan Tanwir I Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Jumat (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum PP Aisyiyah Tri Hastuti meminta PP Nasyiatul Aisyiyah (NA) memiliki memiliki kepemimpinan organisasi yang tangguh. Jika itu bisa dilakukan diyakini seluruh keputusan yang dihasilkan akan terlaksana.

"Semua rekomendasi bisa jalan mulai dari tingkat pusat sampai ranting," ujar Tri saat ditanya cara NA agar rekomendasi Tanwir terlaksana, Ahad (5/11).

Ia menambahkan, kepemimpinan yang tangguh akan menghasilkan strategi dan pemikiran yang baik. Disamping itu, NA juga harus mempunyai targetapa yang akan dicapai ke depannya. Pasalnya, delapan rekomendasi dari Tanwir INA Banjarmasin merupakan isu besar.

NA harus memiliki target yang jelas dan gerakan yang akandilakukan. Kendati demikian, Tri menyarankan NA harus menguatkan pendekatan struktural dan kultural dalam setiap menyelesaikan persoalan. Misalnya memperbanyak edukasi dan kampanye adalah salah satu gerakan kultural yang bisa dilakukan.

"Maka teman-teman harus bergandengan tangan karena kalauuntungnya ormas komandonya jelas," kata Tri.

Kepemimpinan di tingkat pusat, lanjut Tri, harus kuat dan bisa memberikan panduan dan sistem penyelesaian masalah hingga level bawah. Jika demikian apa yang dilakukan oleh organisasi bisa menjadi gerakan bersama.