Sabtu , 11 November 2017, 00:51 WIB

Hari Pahlawan, UMY: Simbol Pahlawan Perlu Aktualisasi

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Budi Raharjo
Yusuf Assidiq
UMY
UMY

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Bagi Indonesia, pahlawan memiliki peran dan makna yang penting bagi bangsa dan masyarakat. Kata ini juga merupakan penghormatan bagi mereka yang dahulu berjuang untuk membela kemerdekaan negeri.

Seseorang tidak serta merta terlahir sebagai pahlawan, namun ia merupakan gelar yang diberikan oleh masyarakat dan untuk mendapatkannya harus ada aktualisasi yang diwujudkan. Hal tersebut disampaikan oleh Hilman Latief MA PhD selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan AIK Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pahlawan pada hari Jumat (10/11).

Kegiatan tersebut dilakukan di halaman Gedung AR Fachruddin UMY dan dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi. Hilman menyampaikan bahwa pahlawan merupakan sebuah simbol. Dahulu kata pahlawan ini diberikan kepada para pejuang untuk kemerdekaan Indonesia. Mereka mempertaruhkan nyawa melawan penjajah yang berusaha menguasai Indonesia.

"Ia merupakan sebuah gelar penghormatan yang diberikan kepada para pejuang ini agar apa yang mereka lakukan dapat terus dikenang dan menjadi teladan. Namun kata pahlawan ini tidak sebatas pada gelar kehormatan saja, ia juga merupakan sebuah simbol yang berarti semangat untuk terus membela dan melakukan kebenaran," ujar Hilman.

Kata pahlawan tidak hanya terbatas pada orang yang kemudian gugur dalam medan perang dalam membela negara saja. Menurutnya, kata pahlawan juga menjadi simbol bagi setiap orang yang sudah berjasa untuk setiap aspek kehidupan Indonesia. Termasuk di dalamnya KH Ahmad Dahlan yang berjuang untuk memajukan umat dan menaikkan kultur hidup masyarakat secara luas.

Beliau bersama figur pahlawan lainnya menjadi pahlawan dengan berkontribusi pada rakyat lewat pendidikan dan juga kesehatan. Pahlawan juga layak disematkan bagi mereka yang sudah melakukan hal-hal yang kelihatannya kecil namun sebenarnya besar dampaknya. "Seperti jasa orang tua kita yang sudah mampu membawa kita berdiri di sini, atau bahkan pasukan kuning yang bertugas membersihkan jalan agar para penggunanya dapat melintas dengan aman dan nyaman," ungkap Hilman menegaskan.

Hilman menyampaikan kepada para pemuda yang hadir dalam upacara tersebut untuk terus menjaga semangat perjuangan. Semangat perjuangan yang diwariskan oleh para pahlawan Indonesia tersebut harus selalu kita jaga. Terlebih untuk kita sebagai generasi muda dan civitas akademika UMY yang memiliki misi untuk meningkatkan harkat manusia dalam upaya meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban.

Karena anda semua memiliki kapasitas dan potensi untuk menjadi pahlawan. Dengan memanfaat kemampuan dan pengetahuan yang anda miliki saya kira anda dapat berkontribusi dan menjadi pahlawan untuk masyarakat. Mulailah untuk memperhatikan permasalahan yang dihadapi masyarakat dan mencoba untuk menemukan pemecahan dan solusi yang dapat kita berikan, ujarnya.

Hilman juga berpesan pada para mahasiswa agar mereka mampu menjadi pahlawan bagi diri mereka sendiri. Jadilah pahlawan untuk diri anda sendiri terlebih dahulu. Lakukan itu dengan menentukan masa depan yang terbaik untuk anda. Kemudian apabila masa depan anda ternyata dapat pula membantu masa depan orang lain di sekitar anda, maka hal itu tentu akan lebih baik lagi," tutupnya.