Ahad , 12 November 2017, 13:42 WIB

650 'Kader Cilik' Kepanduan HW Berkompetisi di UMM

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Maman Sudiaman
dok. Humas UMM
Menteri Muhadjir Efendy pada apel Pembukaan ACI 2017 yang di ikuti  650 siswa peserta Gerakan Kepanduan Muhammadiyah Hizbul Wathan (HW) dari 30 SD/MI binaan Aisyiyah seluruh Indonesia,  Athfal Competition Indonesia (ACI) 2017 digelar di Univesitas Muhammadiyah Malang.
Menteri Muhadjir Efendy pada apel Pembukaan ACI 2017 yang di ikuti 650 siswa peserta Gerakan Kepanduan Muhammadiyah Hizbul Wathan (HW) dari 30 SD/MI binaan Aisyiyah seluruh Indonesia, Athfal Competition Indonesia (ACI) 2017 digelar di Univesitas Muhammadiyah Malang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sebanyak 650 siswa peserta Gerakan Kepanduan Muhammadiyah Hizbul Wathan (HW) dari 30 SD/MI binaan Aisyiyah seluruh Indonesia mengikuti Athfal Competition Indonesia (ACI) 2017. Acara tersebut diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 11 hingga 13 November.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Muhadjir Efendy bertindak sebagai pembina pada Apel Pembukaan pada Sabtu (11/11) di Helipad UMM. Dia berpesan agar peserta berkompetisi dengan sportif, "Tunjukkan Hizbul Wathan yang di bawah binaan Aisyiyah maupun yang tidak bisa menunjukkan kemampuan sebaik-baiknya dalam perlombaan," katanya.

Dengan mengangkat tema "Scout Community Development," gelaran ini diikuti oleh kader HW dari siswa usia anak hingga remaja. Lomba yang diadakan merupakan lomba-lomba kepanduan atau kepramukaan pada umumnya, seperi semapor, membaca sandi-sandi, pioneering, dan lainnya.

Ketua pelaksana ACI 2017, Wage Munawar mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silahturahim antar guru dan siswa yang tergabung dalam Aisyiyah dan Hizbul Wathan. "Selain itu, kegiatan ini juga untuk membangun karakter sportif dan kreatif bagi seluruh anggota HW," katanya dalam rilis yang disampaikan ke Republika, Ahad (12/11).

Dalam apel pembukaan, HW turut mengundang lembaga-lembaga pendidikan di bawah binaan Aisyiyah dan gugus depan pramuka dari SD dan SMP se-kota Malang, "Kami mengundang Pramuka untuk menunjukan bahwa Pramuka dan HW itu satu, yang membedakan hanya organisasi yang menaunginya saja. Selain lomba-lomba, pada hari kedua kami lanjutkan dengan tadabbur alam dan outbound di Taman Rekreasi Sengkaling," lanjut Wage.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan dari TK, SD, SMP dan undangan siswa-siswa Pramuka. Menariknya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjanah Djohantin dan istri Wali Kota Malang, Dewi Farida Suryani turut menari dengan para penampil pada saat melakukan flashmob.