Ahad , 26 November 2017, 17:25 WIB

Muhammadiyah Perkuat Pembangunan Manusia Berkualitas

Red: Elba Damhuri
Antara/Rosa Panggabean
Menko PMK Puan Maharani (kanan) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersiap menandatangani nota kesepahaman bersama antara Kementerian PMK dengan PP Muhammadiyah di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jumat (24/11).
Menko PMK Puan Maharani (kanan) bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersiap menandatangani nota kesepahaman bersama antara Kementerian PMK dengan PP Muhammadiyah di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jumat (24/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah saat ini sedang mempercepat pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, pemerataan pembangunan, dan penguatan sektor unggulan. Salah satunya, meningkatkan pembangunan manusia dan kebudayaan yang berkualitas.

"Dalam melaksanakan pembangunan nasional tersebut diperlukan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," ujar Menteri Koordinator Bidang Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani di Jakarta, Ahad (26/11).

Misalnya, kata Puan, kiprah Muhammadiyah dalam perjalanan perjuangan bangsa dan membangun Indonesia dengan nilai dan pandangan Islam berkemajuan, telah membuktikan untuk memajukan bangsa dan negara.

Menurutnya, dengan bergotong royong, akan dapat memperluas jangkauan kualitas dan kuantitas capaian dalam memajukan bangsa dan negara. Kerja sama antara Kemenko PMK dan Muhammadiyah merupakan sinergi dan dalam menjadikan Indonesia yang sejahtera, maju, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila.

"Muhammadiyah mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam ikut bergotong royong memperkuat pembangunan manusia yang berkualitas sebagai modal dalam memajukan Indonesia," ungkapnya.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menambahkan pihaknya akan terus memperjuangkan nilai-nilai dasar revolusi mental dalam mendukung penuh kemajuan bangsa Indonesia. "Maka, nilai-nilai itu harus perlu disemaikan secara terus menerus," ujarnya.

Kerja sama antara Muhammadiyah dan PMK dapat membina mental, perlu dilakukan melalui internalisasi nilai-nilai keluarga, sekolah, dan kelompok-kelomok masyarakat.

"Muhammadiyah punya jamaah, nilai ingin kita bangun adalah yang berbasis Pancasila yang menjadi muatan terkait proses pembinaan karakter bangsa atau revolusi mental secara baik dan benar," ucap Haedar.



Berita Terkait