Senin , 27 November 2017, 18:19 WIB

Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah Digelar Pekan Ini

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih
Muhammadiyah
Aksi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Aksi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) akan menggelar Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah. Jambore akan dilaksanakan 30 November-3 Desember 2017 sebagai usaha Muhammadiyah dalam mengubah paradigma penanggulangan bencana.

Ketua Panitia Jambore Relawan Muhammadiyah, Budi Santoso mengatakan, perlu ada pergeseran paradigma relawan kebencanaan dalam penanggulangan bencana. Terlebih, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana.
 
Untuk itu, MDMC merealisasikan upaya-upaya pengurangan resiko bencana melalui kegiatan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah di Malang. Kegiatan itu dihadiri relawan dari Sabang sampai Merauke dari unsur Muhammadiyah dan Aisyiyah.
 
"Sebagai usaha MDMC dalam pengurangan resiko bencana dengan meningkatkan kapasitas relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana," kata Ketua Divisi Pengurangan Resiko Bencana dan Kesiapsiagaan (PRBK) tersebut.
 
Ketua MDMC, Budi Setiawan mengatakan, sebanyak 2.000 relawan Muhammadiyah akan mengikuti berbagai kegiatan. Ada seminar nasional kebencanaan, pameran lomba foto chalenge, gladi penanggulangan bencana, dan kelas penanggulangan resiko bencana.
 
Selain itu, ada uji kompetensi relawan meliputi Search and Rescue (SAR) medis, cerdas cermat dan psikososial. Budi menilai, serangkaian kegiatan Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah kedua di Malang jadi momentum peningkatan kapasitas.
 
"Serangkaian kegiatan jambore dapat dijadikan pemacu bagi relawan Muhammadiyah, sehingga pada saat penanggulangan bencana sudah memiliki kapasitas untuk menolong warga terdampak bencana," ujar Budi di Kantor PP Muhammadiyah, Senin (27/11).

Ia menambahkan, semangat relawan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana harus diimbangi dengan kapasitasnya dalam penanggulangan bencana. Sehingga, upaya-upaya pengurangan resiko bencana dapat tercapai secara maksimal.

Berita Terkait