Jumat , 01 December 2017, 18:29 WIB

Dosen UMY Raih Paper Terbaik di IPAFEM Turki

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq
Yusuf Assidiq
UMY
UMY

REPUBLIKA.CO.ID,  BANTUL -- Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rizal Yaya, berhasil menorehkan prestasi tingkat internasional. Ia meraih Best Paper dalam 3rd International Conference on Islamic Perspective of Accounting, Finance, Economics and Management (IPAFEM) 2017 di Turki.

Acara mengangkat tajuk 'Navigating in Unertain Times for Socio-economic Justice: The Role of Islamic Business Ethics' pada 23-23 November 2017 lalu. IPAFEM digelar di University of Glasgow yang bekerja sama dengan Hasan Kalyoncu University dan Yildiz Technical University yang mempertemukan akademisi dan ilmuwan sedunia.

Prestasi ini sekali lagi membuktikan kapasitas dosen Indonesia mampu bersaing di tatanan internasional. Selain itu, IPAFEM diikuti kurang lebih 20 negara yang mendelegasikan beberapa dosen untuk berpartisipasi. Awalnya, ia mengaku hanya mengirimkan paper ke panitia untuk dinilai dewan juri.

Ada beberapa faktor yang jadi penilaian seperti kesesuaian dengan tema besar serta pembaruan dan inovasi baru, dan karya Rizal merupakan hasil riset yang dilakukan selama lima bulan. Tidak kurang 20 negara dari berbagai perguruan tinggi mengikuti konferensi, dan yang dilombakan tidak hanya paper.

"Tapi, sebagai ajang dalam mempererat tali silaturahim secara berkelanjutan," kata Rizal di Ruang Dekan FEB UMY, Kamis (30/11).

Ia menambahkan, tema yag diajukan yaitu 'Governance of Profit and Loss Sharing Financing in Achieving Socio-economic Justice', yang terkait tata kelola ekonomi syariah dengan mengedepankan bagi hasil pembiayaan. Kategori di antaranya akuntansi, pemerintahan, manajemen, banking, bisnis, administrasi, kebijakan dan strategi bisnis, dan lain-lain.

"Paper yang saya ajukan fokus ke bidang pemerintahan membahas skema bagi hasil, skema ini dirancang dengan pengelolaan jangka panjang seperti meningkatkan usaha-usaha menengah masyarakat dengan pembiayaan yang disesuaikan dengan keuntungan yang dihasilkan," ujar Rizal.

Penelitian itu dirasa penting untuk diimplementasikan karena sangat membantu masyarakat dalam berwirausaha jangka panjang. Dalam mendukung keadilan sosial ekonomi masyarakat, dirasa harus ada pembiayaan yang kondusif agar tidak memberatkan masyarakat, sehingga jika direalisasikan perlu ada pengawasan rutin seperti dari bank syariah.

Namun, lanjut Rizal, saat ini banyak pembiayaan yang belum kondusif denga memberikan masa pembiayaan hanya tiga tahun saja dan dilihat rekam jejak usaha baru. Menurut Rizal, skema bagi hasil saat ini cocok untuk dikembangkan karena akan memiliki manfaat jangka panjang yang mengedepankan keadilan masyarakat.