Rabu , 06 Desember 2017, 19:00 WIB

FIK UMS Gelar Sosialisasi Pencegahan Virus Leptospirosis

Red: Yusuf Assidiq
istimewa/doc suara muhammadiyah
Universitas Muhammadiyah Surabaya
Universitas Muhammadiyah Surabaya

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA - Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Jawa Timur, menggelar sosiasilasi pencegahan virus leptospirosis melalui program sahabat keluarga (SAGA). Sosialiasi itu diberikan kepada warga RT 03 RW 01 kelurahan Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (6/12).

Menurut Ketua Pelaksana SAGA Ahmad Ilham Wahyudi kegiatan ini guna meningkatkan kepedulian masyarakat tentang virus yang menyebabkan satu orang di kota itu meninggal dunia.

Ia mengatakan, sebelum melakukan pendampingan dan sosialiasi ke masyarakat, timnya melakukan survei ke lapangan.

"Survei ini melihat kebutuhan keluarga atau warga setempat. Dari survei itu ada tiga poin yang dihasilkan," kata dia.

Pertama, kata Ilham, melihat lokasi. Ternyata di Kejawan Putih Tambak ini banyak warga yang berprofesi sebagai pengepul sampah. Kedua dari sisi ekonomi.

"Warga di sini rata-rata ekonomi menengah ke bawah. Kami harus berupaya meningkatkan ekonomi warga," kata mahasiswa Profesi Ners ini.

Terakhir yakni minat untuk perilaku hidup bersih dan sehat. Menurut Ilham, minat warga sekitar terhadap kebersihan minim. Rata-rata sampah ditimbun, kalau sudah mulai busuk baru ada tindakan.

"Dengan kondisi ini, lingkungan sekitar ada potensi muncul virus leptospirosis," ujarnya.

Ilham menjelaskan, gejala virus leptospirosis hampir sama dengan meriang. Untuk menjadi infeksi dibutuhkan waktu antara 3-4 hari. Kalau kondisinya drop, waktu infeksi bisa lebih cepat sehari.

Dengan 37 mahasiswa yang terlibat, sejumlah program sudah disiapkan. Di antaranya mengolah sampah menjadi produk bernilai jual, membuat bank sampah, budi daya tanaman toga dengan model hidroponik, dan pembagian puluhan poster seruan pencegahan leptospirosis.

Dekan FIK UM Surabaya Mundakir mengatakan, program SAGA menginjak tahun kedua. Sebanyak lima kelurahan telah mendapat pendampingan. Ini untuk mewujudkan masyarakat sehat melalui lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

"Kalau lingkungan Kelurahan Kejawen Putih bersih, tidak akan mendatangkan tikus yang membawa virus leptospirosis. Apalagi musim penghujan seperti sekarang ini," ujar dia.

Sumber : Antara