Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Thursday, 10 Sya'ban 1439 / 26 April 2018

Pesan Muhammadiyah Agar Reproduksi SARA tak Terulang

Selasa 26 December 2017 06:28 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Dwi Murdaningsih

Haedar Nashir

Haedar Nashir

Foto: ROL

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama 2017 ujaran kebencian berbau SARA dan penodaan agama tumbuh subur seperti cendawan di musim hujan. Pengalaman selama 2017 ini diharapkan oleh Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Haedar Nashir tidak terulang di tahun politik.

"Pesan Muhammadiyah menghadapi ujaran kebencian, intoleransi, dan masalah SARA. Pertama, umat dan bangsa harus mengedepankan kebersamaan dan keadaban sebagai bagian dari misi Islam rahmatan lil-'alamin," kata Haedar kepada Republika.co.id, Senin (25/12).

Kedua, kata dia, umat Islam dan masyarakat pada umumnya jangan mudah terbawa provokasi isu SARA. Sebab, yang rugi adalah masa depan Indonesia.

Ketiga, isu SARA dan masalah toleransi, intoleransi, radikalisme, kebinekaan, dan masalah nasional lainnya pada umumnya saling kait dan tidak parsial dari sistem kehidupan keumatan dan kebangsaan yang kompleks.

"Karenanya jangan disederhakan dan disimplifikasi secara sepihak dan parsial agar tidak merugikan kehidupan bersama," ucap Haedar.

Keempat, segenap elite dan warga umat maupun bangsa diminta lebih seksama dan dewasa dalam menghadapi isu dan keadaan di masyarakat. Agar tidak saling merugikan satu sama lain dan sebaliknya dapat membangun kehidupan bersama secara ukhuwah, damai, dan penuh keadaban.

Bila ini semua bisa dijalankan, Haedar yakin menghadapi tahun politik 2018 dan 2019, kebersamaan akan terbangun menuju Indonesia bersatu berkemajuan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES