Sabtu, 3 Jumadil Awwal 1439 / 20 Januari 2018

Sabtu, 3 Jumadil Awwal 1439 / 20 Januari 2018

Pendidikan Ujung Tombak Dakwah Aisyiyah

Kamis 28 Desember 2017 20:33 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Fernan Rahadi

logo aisyiyah

logo aisyiyah

REPUBLIKA.CO.ID, Bagi Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah pendidikan ada­lah ujung tombak dak­wah Aisyiyah. Karena  melalui pen­didikan dapat melahirkan kader penerus bangsa yang kelak menjadi pemimpin umat. Aisyi­yah juga berpandangan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di lembaga pendidikan saja, tetapi juga di dalam keluarga.

Ketua PP Aisyiyah yang meng­koordinasi Majelis Pendi­di­kan Dasar dan Menengah, Majelis Hukum dan HAM, dan Lembaga Lingkungan Hidup, Prof Masyitoh Chusnan menga­ta­kan, fungsi sekolah dan pergu­ruan tinggi sebagai pencetak kader Aisyiyah, Muhammadiyah, umat, dan bangsa. Melalui seko­lah-sekolah dan perguruan ting­gi, Aisyiyah mencetak generasi penerus bangsa yang militan sesuai dengan tujuan Muham­madiyah.

Di samping dakwah melalui lembaga pendidikan, dakwah Aisyiyah dan Muhammadiyah juga dilakukan di dalam keluarga agar menjadi keluarga saki­nah. "Dakwahnya melalui ke­luarga, dari keluarga sakinah menuju qaryah thayibah, yakni desa dan kota yang baik, aman dan tente­ram," kata Masyitoh kepada Republika, Selasa (26/12).

Ia melanjutkan, dari qaryah thayibah menjadi baldatun thoy­yi­batun wa rabbun ghaffur. Yak­ni menjadi negara yang aman, tentram dan diridhoi serta diam­puni Allah SWT. ‘’Cita-cita Aisyi­yah inginnya seperti ini, semua ini diperjuangkan melalui dak­wah di bidang pendidikan dan dari keluarga," paparnya.

Masyitoh menegaskan, pen­di­dikan membentuk karakter bangsa. Melalui pendidikan anak-anak yang akan memimpin di kemudian hari dibentuk. "Jadi sudah sangat jelas, pendidikan merupakan ujung tombak dak­wah Aisyiyah," ujarnya.

Dia mengungkapkan, Ais­yi­yah juga punya visi untuk terus berbuat kebaikan. Beberapa pro­vinsi sudah berniat untuk me­miliki Perguruan Tinggi Aisyiyah. Kalau Sekolah Tinggi Aisyi­yah sudah cukup banyak, seperti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan, Akademi Kebidanan, Akademi Keperawatan, dan lain sebagai­nya.

Universitas Aisyiyah di Yog­ya­karta menurutnya, kualitas per­kembangan akademiknya sudah cukup signifikan. Sekarang akreditasi institusinya sudah bagus. "Jadi dari sini bisa kita li­hat kualitas perguruan tinggi yang dimiliki Aisyiyah terus me­ningkat dari segi kuantitas dan kualitas, Insya Allah," ujarnya.

Sarana dakwah

Dunia pendidikan, kata dia,  merupakan sarana dakwah Ais­yi­yah dan Muhammadiyah. Aisyiyah memandang dunia pendidikan adalah ujung tombak dak­wah Aisyiyah. Bagi Aisyiyah, per­guruan tinggi merupakan tempat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ummat. Perguruan tinggi juga sebagai pusat pembentuk SDM untuk ummat dan masyarakat.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tersebut juga berpandangan, perguruan tinggi merupakan supplier pemimpin umat dan masyarakat. Perguruan tinggi dipandang sebagai pusat peneli­tian dan pengembangan masalah keagamaan, kemasyarakatan, dakwah, dan lain-lain. Berbagai macam fakultas yang ada di perguruan tinggi itu bisa berbuat untuk kepentingan umat dan bangsa.

Masyitoh menambahkan, terminologi berkemajuan seperti sudah menjadi trademark Muhammadiyah. Menurutnya, pe­rem­puan yang berkemajuan ada­lah mereka yang menyemaikan benih-benih kebenaran, kebai­kan, kedamaian, dan keadilan. Artinya menyemaikan benih-benih yang sifatnya positif.

"Perempuan berkemajuan menurut hemat saya adalah perempuan yang punya pemikiran yang positif, punya visi jauh ke depan, sikap dan perilakunya bisa diteladani, berkualitas, itu perempuan berkemajuan," katanya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika Setiap Minggunya

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES