Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Tuesday, 4 Jumadil Akhir 1439 / 20 February 2018

Persentase Lulusan Guru UMM Terbanyak di Indonesia

Jumat 09 February 2018 12:31 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang

UMM diharapkan dapat mencetak calon pendidik yang bertanggung jawab pada tugasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Presentase kelulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dianggap terbanyak di Indonesia. Hal ini dilihat dari jumlah presentase kelulusan PPG tahun kemarin.

"Tahun kemarin, hanya ada satu yang tidak lulus dan total 96 persen lulus. Ini menjadi lulus terbanyak di Indonesia," kata Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), UMM, Poncojari Wahyono, melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Jumat (9/2).

Seperti diketahui, komitmen UMM untuk mencetak guru-guru profesional terus dijalankan. Kali ini bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). FKIP UMM menggelar Orientasi Akademik Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Aula BAU UMM dari 8 sampai 9 Februari 2018.

Di dalam melakukan kegiatan mengajar, Ponco juga menyampaikan akan ada permasalahan yang terjadi terutama di daerah terpencil. Hal ini diungkapkannya karena melihat dan mendengar pengalaman yang dialami alumni Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T). Dengan melihat situasi demikian, Ponco tentu sangat mengharapkan UMM dapat mencetak calon pendidik yang bertanggung jawab pada tugasnya dan mampu memberantas masalah-masalah serupa.

Hendra salah seorang alumni SM3T yang bertugas di Gorontalo menyampaikan berbagai problematika yang kerap muncul di sekolah tempatnya bertugas. Saat musim panen tiba misalnya, di SD tempatnya mengajar hanya ada beberapa siswa yang hadir. Sementar sebagian besar siswa lainnya membolos lantaran diajak orang tuanya pergi ke ladang.

"Kedua, guru di sana baik yang PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun honorer bahkan kepala sekolah hanya masuk dua kali dalam seminggu,"  jelas Hendra.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES