Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Rabu, 8 Ramadhan 1439 / 23 Mei 2018

Suara Muhammadiyah Berkembang dengan Quantum Transformation

Jumat 09 Februari 2018 17:47 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Yusuf Assidiq

Salah satu sudut SM Corner.

Salah satu sudut SM Corner.

Foto: Dokumen.
Kini SM berkembang secara oplah, jaringan, distribusi, dan konten.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Selama ini, keberadaan majalah Suara Muhammadiyah (SM) layaknya pemain bertahan dalam sepak bola, yang hanya bisa bertahan dan bertahan untuk bisa hidup tanpa ada terobosan berarti untuk maju. Terlebih di tengah usianya yang cukup tua, membuat banyak warga Muhammadiyah kurang optimistis jika perusahaan dan media ini memiliki potensi berkembang.

Dampaknya,  kata Direktur Perusahaan SM, Deni Asyari, keberadaan media ini untuk lingkungan Muhammadiyah, tidak banyak yang care. Apalagi di luar Muhammadiyah, sangat sedikit yang mengetahui jika majalah SM ini masih terbit dan mampu bertahan.

Oleh karena itu, kata Deni, mengawali manajemen baru yakni sejak tiga tahun silam  (2014), tepatnya ketika majalah ini berusia satu abad, dimunculkan konsep  ‘Quantum Transformation’ SM. Yakni, sebuah konsep percepatan perubahan SM dalam mengawali awal abad kedua.

Konsep ini menargetkan waktu tiga tahun untuk jangka pendek, lima tahun untuk jangka menengah, dan 10 tahun untuk jangka panjang. ''Melalui konsep ‘quantum transformation’ kami melakukan pembenahan manjemen dan tata kelola perusahaan secara cepat dan besar-besaran,'' ujarnya.

Pembenahan yang dilakukan SM antara lain, pertama, melakukan perombakan, penataan, dan rekrutmen besar-besaran untuk SDM. Sehingga dari yang sebelumnya (2014 ) karyawan hanya 20 orang dengan usia rata-rata 40-50 tahun, kini karyawan SM sebanyak 100 orang dengan usia rata 25-30 tahun.

Kedua, membentuk tim kecil untuk menyiapkan lahirnya unit-unit usaha baru sebagai penopang lahirnya usaha-usaha selain majalah SM. Melalui tim kecil ini, ujarnya, ditargetkan dalam satu  tahun harus melahirkan dua unit usaha baru yang prospektif sebagai penopang dan pengembangan usaha majalah SM.

Ketiga, membentuk penulis-penulis handal dalam mengisi rubrikasi yang ada sekaligus membuka jaringan baru di setiap kampus dan provinsi untuk pendistribusian dan korespondensi SM. Adapun yang keempat, membangun kultur kompetitif sekaligus kultur inovatif dalam setiap lini usaha yang dibangun, dengan target dan output yang pasti.

''Dengan demikian, konsep ‘quantum transformation’ ini adalah membangun perubahan kultur kerja dari yang bersifat monoton dan stagnan menuju lompatan perubahan kultur yang inovatif, kreatif, cepat, dan tepat,'' kata Deni, menegaskan.

Melalui konsep ini pula, lanjutnya, maka dalam pengelolaan perusahaan, setiap karyawan adalah owner atas usahanya. Semangat untuk adanya added value dalam usaha menjadi target dan penilaian tersendiri. ''Maka tidak asing lagi dalam tiga tahun ini, SDM yang lambat atau mandek, langsung diistirahatkan dari agenda perubahan SM,'' ujarnya.

Ia menambahkan, sesuai dengan konsep dan target ‘quantum transformation’, kini SM tidak hanya bisa bertahan, tapi juga berkembang secara oplah, jaringan, distribusi, maupun konten. Menurutnya, di tengah hantaman media online dan digital, SM justru setiap tahunnya, dapat terus meningkatkan pendistribusiannya, yang tidak hanya di Indonesia, melainkan juga ke mancanegara.

Gedung baru

Tak hanya itu, berbagai prestasi pun berhasil diraih. “Di tengah pesimisme warga Muhammadiyah sejak 2016 hingga sekarang, SM selalu memperoleh penghargaan yang berarti,” katanya.

Antara lain, penghargaan rekor MURI sebagai media yang terbit berkesinambungan dan terlama, penghargaan Serikat Perusahaan Pers (SPS), sebagai media tertua di Indonesia,serta penghargaan sebagai Pelopor Media Dakwah dalam Kemerdekaan RI menggunakan bahasa Indonesia.

Selain versi cetak, seiring perkembangan zaman, maka SM juga melahirkan media versi online dan digital yang dapat diakses secara luas. Kemudian secara jaringan usaha, SM tidak hanya bergerak dalam bidang media, namun juga telah hadir tujuh usaha baru.

Yakni, pertama, majalah Suara Muhammadiyah (cetak dan online), kedua, toko Suara Muhammadiyah, ketiga, penerbitan dan percetakan Suara Muhammadiyah, keempat, event organizer dan advertising, kelima, pusat data litbang (penelitian dan pengembangan) Suara Muhammadiyah, keenam, garmen Suara Muhammadiyah, serta ketujuh, SM Property

Di samping usaha-usaha tersebut,  melalui konsep bisnis jejaring retail, toko SM  membuka outlet-outlet di berbagai daerah yang disebut SM Corner. ''Sampai hari ini, jumlah SM Corner sudah 16 unit yang ada  di setiap provinsi. Insya Allah, target tahun ini akan diresmikan 100 outlet SM Corner,'' ujarnya.

Pada tahun ini pula direncanakan akan dibuka dan diresmikan SM cargo, sebuah usaha pengiriman yang dikelola secara mandiri. Ia menuturkan, melalui dukungan unit usaha-usaha baru ini, manajemen SM diharapkan dapat menghadirkan mimpi yang selama ini dianggap tidak mungkin.

Yakni membangun gedung Grha Suara Muhammadiyah berlantai 5 di Jalan  KH Ahmad Dahlan No 107 yang akan diresmikan pada 25 Februari 2018. Selain akan meresmikan gedung baru, juga akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan GSM Inn Djogja, yakni sebuah gedung berlantai tujuh sebagai sarana pusat perkantoran, bisnis, serta dokumentasi Islam dan Muhammadiyah.

“Tempat ini merupakan simbol bagi Pusat Syiar Islam Berkemajuan yang menjadi gagasan dan cita-cita besar persyarikatan Muhammadiyah,” kata dia.

Melalui tagline ‘Allah Tidak Pernah Membatasi Impian Setiap Manusia’, katanya, maka 100 kader-kader muda yang tergabung di SM bekerja tidak lagi mengukur waktu jam kerja dan patokan pendapatan (gaji), melainkan secara bersama ingin menghadirkan sebuah legacy (warisan) yang terbaik di abad kedua ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES