Ahad , 09 Oktober 2016, 06:19 WIB

Swiss German University Bentuk Komunitas Developer Gim

Rep: AE01/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Rozka Vardya
Penyerahan hadiah kompetisi game-a-thon di SGU, Sabtu (8/10).
Penyerahan hadiah kompetisi game-a-thon di SGU, Sabtu (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SERPONG -- Swiss German University (SGU) menggelar Game-a-thon, Sabtu (8/10). Semakin berkembangnya teknologi informatika dan semakin banyaknya game online di Indonesia melatarbelakangi diadakannya acara Game-a-thon. Game-a-thon adalah rangkaian acara workshop dan kompetisi membuat game tingkat SMA.

Dalam kegiatan ini mahasiswa ditugaskan untuk mengadakan workshop desain gim dan pengembangan untuk  626 siswa dari 22 SMA. Selanjutnya diadakan kompetisi dengan tema 'Indonesia untuk Dunia' yang diikuti oleh 107 siswa dari 19 sekolah.

Dosen IT Swiss German University James Purnama mengatakan kompetisi ini bertujuan untuk membentuk komunitas game developer di kalangan anak SMA. "Karena selama ini mereka hanya main games, sekarang kita buka salurannya jika ingin belajar membuat gim bisa datang ke SGU, untuk kita adakan workshop di sekolah mereka. Untuk ke depannya ini menjadi kegiatan rutin sebulan sekali," ujar James.

Pengumuman pemenang kompetisi yang sudah dimulai sejak 1 Oktober 2016 ini dilaksanakan Sabtu (8/10). Untuk juara 3 dengan judul gim Run Timun dimenangkan oleh SMA Highscope Indonesia. Untuk juara 2, dengan nama games Bambu Runcing dimenangkan oleh SMA Al Izhar (Pondok Labu). Juara 1 dengan judul Save Cendrawasih, dimenangkan oleh Atisa Dipamkara (Karawaci).

SGU berencana mengadakan kompetisi ini tiap tahun. Selanjutnya, SGU ingin mengembangkan game-a-thon di DKI Jakarta, Banten, Jabar dengan menggandeng partner yang fokus pada game development.

Kegiatan ini adalah project matakuliah intellectual behavior development mahasiswa IT semester 3 di SGU. Intellectual Behavior Development merupakan mata kuliah kurikulum baru di 2014. Mata kuliah ini bertujuan sebagai pembangunan karakter di bidang soft skill. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa dapat menjadi trainer untuk siswa SMA. Mahasiswa pun belajar negosiasi dengan pihak sekolah, belajar kerja sama tim, dan manajemen waktu.