Senin, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 Februari 2018

Senin, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 Februari 2018

Maraknya LGBT, Ini Kata Menteri Anies Baswedan

Senin 25 Januari 2016 00:51 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ilham

 Mendikbud Anies Baswedan (ilustrasi)

Mendikbud Anies Baswedan (ilustrasi)

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, perilaku menyimpang, seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), di kalangan remaja harus menjadi perhatian bagi orang tua dan guru. Mereka guru harus menyadari pentingnya nilai-nilai yang dipegang dalam pendidikan, seperti nilai agama, Pancasila, dan budaya.

“Untuk menjaga (Pendidikan) itu, maka orang tua dan guru harus sadar bahwa nilai itu harus diajarkan, ditumbuhkan, dan dikembangkan sejak usia dini. Bahkan, sebagian pakar menyebutkan sejak dalam kandungan,” ungkap mantan rektor Universitas Paramadina ini kepada Republika.co.id, Ahad (24/1). (DPR Ingatkan LGBT Dilarang di Indonesia).

Di samping itu, orang tua dan guru harus meningkatkan komunikasi kepada anak secara intensif. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menjaga nilai-nilai moral pada anak. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi perilaku anomali dalam kehidupan sosial, semisal  LGBT.

Menurut Anies, komunikasi dan pendekatan ini memang perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan. Jika sampai ada potensi penyimpangan, itu bisa terdeteksi dini dan bisa cepat diselesaikan.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD-Dikmas) Kemendikbud Harris Iskandar. Menurut dia, komunikasi harus lebih terbuka antara orang tua dan anak. Komunikasi ini harus lebih ditingkatkan, terutama ketika anak menjelang remaja.

Orang tua juga perlu mengenal lingkungan dan teman-teman anak dengan baik. Hal itu dengan harapan sang anak tidak terbawa arus negatif, termasuk perilaku LGBT.

Di  antara semua cara, Harris menegaskan, penanaman nilai-nilai agama merupakan hal yang paling harus ditingkatkan. Anak-anak perlu diajak diskusi tentang LGBT sebagai bagian perkembangan global sejak zaman Nabi Luth Alaihis Salam. Perkembangan ini harus disikapi dengan bijaksana tanpa ada hal yang keliru didapatkan dari anak.

“Yang pasti tantangan bagi kita semua adalah untuk tak henti-hentinya saling menasihati dan memberi pencerahan kepada masyarakat atau teman yang sudah deklarasikan LGBT,” kata Harris.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pembangunan Proyek Tol Cinere-Jagorawi

Senin , 19 Februari 2018, 20:00 WIB