Selasa , 23 February 2016, 03:23 WIB

Kapal Perang Koarmatim Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

Red: Agung Sasongko
Kapal Perang Koarmatim tenggelamkan kapal pencuri ikan.m
Kapal Perang Koarmatim tenggelamkan kapal pencuri ikan.m

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapal Perang TNI Angkatan Laut Jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) mendukung pengamanan dalam rangka penenggelaman 11 Kapal Ikan Asing (KIA) di wilayah Timur Indonesia yang terselenggara atas kerjasama antara TNI AL dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Surabaya, (22/02).

KKP dalam penenggelaman 11 kapal tersebut diantaranya terdiri dari 10 kapal di Bitung, dan 1 kapal di Tahuna. Kapal yang ditenggelamkan merupakan kapal ikan asing berbendera Philipina. Dan juga terdapat Kapal berbendera Indonesia yang memiliki kapasitas kecil, berkisar 2-4 GT, sementara kapal ikan asing memiliki kapasitas lebih besar, berkisar 85-139 GT.

Adapun unsur-unsur yang melaksanakan pengamanan di Bitung diantaranya, KRI Sultan Nuku (SNU)-373, KAL Tedung Selor I-VIII-26, Patkamla Bunaken, dan Patkamla Miangas. Sedangkan di Tahuna unsur yang terlibat adalah KAL Tahuna I-VIII-17.

Penenggelaman kapal illegal fishing itu mengacu berdasarkan Undang-Undang Pasal 76 A Nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan. Penenggelaman kapal-kapal asing pelaku illegal fishing adalah salah satu upaya aparat penegak hukum Republik Indonesia dalam melindungi kekayaan Indonesia dari tindak pencurian hasil laut oleh kapal asing.

Tindakan ini diharapkan akan memberikan efek jera kepada pelaku Illegal Fishing, sehingga kekayaan laut Indonesia dapat didayagunakan oleh bangsa Indonesia sendiri dan bukan bangsa asing yang melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia.