Jumat , 26 February 2016, 20:18 WIB

Mayjen Lodewyk: Tak Ada Prajurit yang Boleh Jadi LGBT

Rep: Issha Haruma/ Red: Achmad Syalaby
AP PHOTO
Tentara (ilustrasi)
Tentara (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung ikut berkomentar mengenai perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini. Hal itu terselip dalam sambutannya pada acara dialog dengan awak media di Makodam I/BB, Medan, Sumatra Utara, Jumat (26/2).

Lodewyk menilai, LGBT merupakan perilaku yang ‎menyimpang dan tidak sesuai dengan norma yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat menjauhi perilaku tersebut. Pihaknya pun akan mengerahkan kemampuan untuk membantu pemerintah membendung penyebaran perilaku tersebut.

"Ini harus sama-sama kita lawan. Kami akan ingatkan Babinsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk terus mengimbau masyarakat menjauhi perilaku tersebut," kata Lodewyk.

Ia mengklaim, hingga saat ini belum ada laporan mengenai prajurit TNI yang berperilaku LGBT. Lodewyk pun menegaskan, tidak ada prajurit di jajarannya yang boleh seperti itu."LGBT ini sudah menjadi isu nasional. Jadi, harus saya tegaskan, tidak boleh ada prajurit berperilaku begitu," ujarnya.

Lodewyk mengatakan, tindakan khusus akan diambil jika ada prajurit yang ketahuan berperilaku LGBT. Pihaknya, kata Lodewyk, akan memberikan konseling khusus kepada prajurit tersebut. Namun, ia berharap tidak pernah ada prajurit yang seperti itu.

"Kalau di negara lain ada yang membolehkan prajuritnya LGBT, saya pikir kita tidak perlu meniru mereka. Kita tetap dengan nilai-nilai yang kita miliki," kata Lodewyk.