Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Monday, 10 Jumadil Akhir 1439 / 26 February 2018

Pria Mengaku Petinggi Polri Menyusup Masuk Istana

Rabu 17 August 2016 08:55 WIB

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Indira Rezkisari

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ketua DPD Irman Gusman (tengah), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri), Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) serta Mensesneg Pratikno (kanan) meninjau persiapan upacara kemerdekaan.

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ketua DPD Irman Gusman (tengah), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri), Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kiri) serta Mensesneg Pratikno (kanan) meninjau persiapan upacara kemerdekaan.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyusup masuk ke upacara peringatan Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8). Seorang warga tak diundang, datang menggunakan seragam palsu petinggi Polri berbintang satu.

Pria berusia kira-kira 50 tahun itu, menggunakan nama Luhut L Panjaitan di seragamnya. Karena tak membawa undangan, anggota Paspampres pun langsung mengamankan pria penyusup tersebut.

"Saya ini anak angkat Jenderal Yasin, anggota kehormatan Brimob," kata pria tersebut saat dibawa Paspampres ke tenda di belakang masjid Istana.

Seorang anggota Paspampres membenarkan bahwa yang bersangkutan menggunakan seragam dan identitas palsu. "Benar, identitas palsu," kata seorang anggota Paspampres.

Sayangnya, Paspampres belum memberikan keterangan lebih rinci. Pria penyusup tersebut kemudian dibawa ke Polres Jakarta Pusat setelah diinterogasi Paspampres.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Banjir Citarum, Warga Gunakan Perahu

Ahad , 25 February 2018, 20:13 WIB