Kamis , 12 Januari 2017, 03:22 WIB

Imbas Kasus STIP, DPR Desak Kemenhub Audit Sekolah Kedinasan

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Dwi Murdaningsih
Penganiayaan (Ilustrasi)
Penganiayaan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi V DPR RI menyayangkan terulangnya tindakan kekerasan terhadap mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) oleh seniornya. Akibatnya, siswa tingkat I bernama Amirulloh Adityas Putra (18 tahun) meninggal dunia setelah dikeroyok empat seniornya.

Amirulloh meninggal di gedung STIP, Jalan Marunda Makmur Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/1) dini hari. Ketua Komisi V DPR Fary Francis, mendesak agar pengelola melaksanakan standar prosedur pengawasan dan pencegahan.

Tersangka Pengeroyokan Taruna STIP Jadi Lima Orang

"Agar kejadian ini tidak terjadi lagi serta mendesak Kemenhub untuk melakukan auidit dan pengawasan terhadap semua penyelenggaran kegiatan sekolah sekolah kedinasan dibawah BPSDM Perhubungan," kata Fary, dalam siaran persnya, Rabu (11/1).

Oleh karena itu, Komisi V DPR RI akan melakukan kunjungan kerja ke STIP pada Kamis (12/1). Aksi penganiayaan tersebut terjadi di Gedung Dormitory Ring IV STIP, kamar M nomor 205 lantai dua pada Selasa (10/1) sekitar pukul 22.30 WIB.

Diduga, korban dikeroyok empat seniornya, yaitu SM (19), WH (20), IS (21), dan AR (19). Saat ini, polisi masih memeriksa keempatnya.