Selasa , 21 March 2017, 19:08 WIB

Ekonom: Tantangan Industri Pariwisata, Ubah Indonesia Jadi Tempat Wisata Budaya

Rep: Dyah Ratna Meta Novia/ Red: Winda Destiana Putri
Antara
Sejumlah seniman memainkan tari
Sejumlah seniman memainkan tari "Cupak Gurantang" saat parade seni budaya pembukaan Festival Senggigi di kawasan wisata Senggigi, Kecamatan Batulayar, Gerung, Lombok Barat, NTB,

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ekonom sekaligus Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman S. Simandjuntak mengatakan, salah satu tantangan besar industri pariwisata Indonesia ke depan adalah mengubah gambaran wisata Indonesia sebagai wisata kekayaan budaya. Bukan hanya wisata dengan keindahan alamnya.

"Kita membutuhkan studi ilmiah tentang event di industri pariwisata Indonesia, yang punya kekayaan budaya luar biasa ini. Kita harus bisa mentransformasi Indonesia menjadi gambaran destinasi budaya kelas dunia," katanya, Selasa, (21/3).

Bali harus bisa menjadi tempat pertemuan perusahaan, temu budaya dan seni, juga tempat pertemuan berbagai komunitas ilmiah. Ini akan memberikan dampak perkembangan ekonomi yang lebih bagi Bali. "Bali jangan hanya jadi tempat tujuan para turis yang ingin menikmati pantai semata. Artinya potensi Bali harus lebih digali dan dikembangkan," ujarnya.

Dosen Studi Manajemen Event Prasetiya Mulya, Peni Zulandari menambahkan, pihaknya mengadakan Eventnesia 2017. Tujuannya mempertemukan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri pariwisata, khususnya event supaya ada pertukaran informasi dan pikiran.

Peserta kali ini bukan hanya praktisi yang berkepentingan menjalin mitra dengan para pelaku berbagai event, namun juga para calon mahasiswa program studi event, para mahasiswa sekolah tinggi pariwisata, orangtua dan calon mahasiswa yang berminat belajar tentang manajemen event.

Berita Terkait