Kamis , 23 March 2017, 12:28 WIB

Jokowi: Indonesia Mengutuk Keras Serangan Teroris di London

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari
EPA
Petugas layanan darurat terus bekerja hingga malam usai penyerangan di luar gedung Parlemen Inggris di London, Rabu (22/3).
Petugas layanan darurat terus bekerja hingga malam usai penyerangan di luar gedung Parlemen Inggris di London, Rabu (22/3).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras tindakan terorisme yang terjadi di London, Inggris. Hal ini disampaikan Jokowi menanggapi aksi serangan teror di Parlemen Inggris.

"Indonesia mengutuk keras tindakan terorisme, dalam segala bentuk dan dalam segala manisfestasinya," ujar Jokowi, berdasarkan siaran resmi Istana, Kamis (23/3).

Presiden pun mengajak dunia internasional untuk bersatu dan bersama-sama memerangi berbagai ancaman terorisme. Dalam kesempatan ini, Jokowi juga menyampaikan rasa duka citanya kepada pemerintah dan rakyat Inggris, terutama bagi para korban serangan teror.

"Indonesia kembali menyerukan kerjasama secara besar-besaran antar negara dalam hal memerangi terorisme," katanya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, sejauh ini tidak terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, pihak KBRI London mengimbau agar masyarakat Indonesia dapat mengikuti anjuran pihak Kepolisian Inggris (Metropolitan Police) untuk menghindari sejumlah kawasan di kota London.

Seperti diketahui, aksi terror terjadi di sekitar gedung Parlemen Inggris di Kota London, pada Rabu (22/3). Sejauh ini, lima orang dilaporkan meninggal dunia dan 40 orang lainnya mengalami luka-luka.