Jumat , 21 April 2017, 20:16 WIB

Jokowi Bagikan 10.055 Sertifikat Lahan di Jateng

Red: Nidia Zuraya
Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Warga membaca dokumen sertifikat tanah yang diperoleh dari Pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (21/4).
Warga membaca dokumen sertifikat tanah yang diperoleh dari Pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (21/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan secara perwakilan sebanyak 10.055 sertifikat kepada masyarakat di Jawa Tengah yang merupakan bagian dari program redistribusi aset dan reforma agraria.

Presiden Jokowi dalam Peluncuran Kebijakan Pemerataan Ekonomi dan Reforma Agraria di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (21/4), mengatakan sebanyak 10.055 sertikat dibagikan kepada masyarakat yang diharapkan bisa menjadi modal ekonomi produktif.
Secara perwakilan sertifikat itu diserahterimakan oleh Presiden kepada masyarakat dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah yang mewakili.

Ribuan orang hadir di acara itu dan hampir seluruhnya memegang sertifikat yang diberikan secara gratis dengan pengurusan yang dipermudah melalui kelurahan. "Tahun ini dari Sabang sampai Merauke 5 juta sertifikat harus dibagi. Tahun depan 7 juta sertifikat harus dibagi. Saya nggak tahu bagaimana caranya tapi itulah yang ingin kita berikan kepada masyarakat. Tahun depan lagi 9 juta sertifikat harus dibagi," kata Presiden.

Menurut dia, sertifikat merupakan hak hukum tanda bukti hak atas kepemilikan lahan oleh seseorang sehingga terhindarkan dari sengketa. Lebih lanjut ia mengatakan sertifikat harus dimiliki masyarakat."Ada 126 juta di Indonesia yang harus disertifikatkan masih ada begitu banyak karena baru 46 juta yang disertifikatkan, ini masih kecil sekali. Saya perintahkan menteri bekerja siang malam sehingga tidak ada sengketa lagi," katanya.

Sertifikat, kata Jokowi, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses lembaga keuangan. Namun ia berpesan agar masyarakat menggunakan sertifikat untuk kepentingan produktif dan mempertimbangkan dengan baik kemampuan bayar.

"Tanah yang diberikan harus menjadi modal ekonomi yang produktif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," katanya.

Kelompok sasaran yang diharapkan menerima program redistribusi aset dan reforma agraria yakni diutamakan buruh yang tidak punya lahan, buruh yang lahannya sempit, dan buruh berpenghasilan rendah dan berada di area rawan bencana termasuk pengangguran.

Pada kesempatan itu Presiden menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat lalu memberikan kuis sederhana dengan hadiah sepeda. Ribuan warga memenuhi area itu meskipun sempat diguyur gerimis, mereka datang dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

Sumber : Antara