Sabtu , 22 April 2017, 01:13 WIB

Revitalisasi Pendidikan Vokasi, Pemerintah Gandeng Dunia Usaha

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Reiny Dwinanda
Republika/Rakhmawaty La'lang
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Muhadjir Effendy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya meningkatkan peran Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam mendorong pengembangan atau revitalisasi program vokasi. Salah satunya dengan menandatangani perjanjian kerjasama 117 perusahaan dengan 393 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Tengah.

Penandatangan tersebut secara simbolis dilakukan oleh 13 perusahaan dengan 13 SMK dan disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, di kantor PT APAC Inti Corpora, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/4).

Tahun ini, Muhadjir mengungkapkan ada 42 SMK yang diprioritaskan untuk direvitalisasi. “Saya menyambut gembira inisiasi Kementerian Perindustrian melakukan revitalisasi pendidikan vokasi dengan memperkuat peran dunia usaha dan industri,” ujar Muhadjir melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, pada hari yang sama dengan penandatanganan kerja sama revitalisasi pendidikan vokasi tersebut. 

Kemendikbud turut memperkuat peran guru melalui program Keahlian Ganda dan melakukan pemberdayaan karyawan dari DUDI berpengalaman yang sudah tidak aktif bekerja. “Kami punya target sampai dengan tahun 2019 memiliki 91 ribu guru SMK," kata Muhadjir. 

Nantinya, para karyawan tersebut akan masuk ke dalam proses belajar mengajar di sekolah. "Tentunya, akan ada pembekalan untuk mereka mendapatkan sertifikasi mengajar," jelas Muhadjir.

Beberapa guru SMK juga akan diberangkatkan ke negara yang maju di bidang industri agar lebih memahami. Program itu sudah mulai dilakukan sejak 19 April lalu. Sejauh ini ada sekitar 16 guru SMK yang diberi pembekalan sebelum diberangkatkan ke Perancis. "Ke depannya program ini akan berkembang dan lebih banyak lagi guru-guru yang diberikan pendidikan dan pelatihan di negara-negara maju bidang industri,” tutur Muhadjir.

Pada kesempatan kunjungan kerja hari ini, Mendikbud didampingi oleh Direktur Pembinaan SMK Mustaghfirin Amin mengunjungi SMK Negeri 4 Kota Semarang yang sedang menyelenggarakan Pelatihan Program Keahlian Ganda Multimedia. Selanjutnya setelah mengunjungi SMK tersebut, Mendikbud mengunjungi SMK Negeri 8 dan SMK Negeri 7 Kota Semarang. (Iit Septyaningsih)