Jumat , 12 May 2017, 22:46 WIB

UNBK Tingkatkan Kejujuran Pelaksanaan UN

Rep: RR Laeny S/ Red: Winda Destiana Putri
Republika/Rizky Suryarandika
Pelaksanaan UNBK secara menumpang di SMAN 2 Kota Tasikmalaya, Senin (2/5).
Pelaksanaan UNBK secara menumpang di SMAN 2 Kota Tasikmalaya, Senin (2/5).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengklaim perpindahan secara massal UN Kertas Pensil (UNKP) ke Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2017 ini berhasil meningkatkan kejujuran/integritas pelaksanaan ujian dan meningkatkan keandalan hasilnya. Sementara sekolah yang tahun lalu mengikuti UNKP dengan diwarnai kecurangan dan tahun ini mengikuti UNBK capaiannya mengalami penurunan/korekai yang cukup signifikan. 

"Pada jenjang sekolah menengah atas (SMA)/ madrasah aliyah (MA), sekolah yang tahun lalu integritasnya tinggi atau sudah mengikuti UNBK, capaian meningkat 3,39 poin," katanya di Jakarta, Jumat (12/5).

Sementara sekolah yang menerapkan UNKP yang berintegritas ujian nasional (UN) tinggi berhasil mempertahankan integritasnya tahun ini yaitu peningkatan nilai UN sebesar 1,8 poin. Sedangkan sekolah UNKP yang dulunya berintegritas rendah namun tahun ini meningkatkan integritasnya dalam pelaksanaan UN, nilai UN nya terkoreksi atau mengalami penurunan signifikan. 

"Kalau saya yang terpenting meraih hasil UN rendah namun dengan integritas tinggi daripada hasil UN baik namun penuh kecurangan," ujarnya.

Hasil menggembirakan juga ditunjukkan oleh provinsi-provinsi yang pada tahun-tahun sebelumnya memiliki indeks integritas ujian nasional (IIUN) tinggi kemudian di 2017 seluruh sekolah di wilayahnya beralih moda tes menjadi UNBK. Nilai UN di tiga provinsi tersebut meningkat yaitu Bangka Belitung 4,31 poin, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 4,2 poin, dan DKI Jakarta 2,07 poin.

"Sebaliknya, provinsi yang di 2016 rendah integritasnya ketika beralih ke UNBK menunjukkan penurunan nilai," katanya.

Adapun hasil tersebut diklaim menjadi indikator bahwa UNBK adalah moda  pengasministrasian tes yang lebih menjamin integritas pelaksanaan dan memberi gambaran capaian yang seaungguhnya.

Kenaikan nilai UN yang menggembirakan juga ditunjukkan pada capaian mata pelajaran pilihan. Ia menerangkan kebijakan mata pelajaran pilihan memungkinkan siswa untuk memilih mata pelajaran yang paling disukainya. Dampak pemilihan berdasarkan kesukaan tersebut terlihat dari peningkatan nilai mata pelajaran pilihan. Nilai Kimia pada sekolah penyelenggara UNBK  meningkat 9,04 poin, nilai ekonomi meningkat 9,70 poin, dan nilai sosiologi melonjak 12,92 poin.

"Namun pasti tidak ada yang sempurna. Kita harus perbaiki. Namun ada semangat masyarakat menyadari kejujuran," ujarnya.