Jumat , 19 Mei 2017, 14:02 WIB

Proyek Reklamasi Dituduh Penuh Kepentingan, Luhut: Mulutnya Dijaga

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nur Aini
Antara/Indrianto Eko Suwarso
Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta.
Foto udara pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumberdaya, Luhut Binsar Pandjaitan membantah berbagai tuduhan yang dilayangkan ke pemerintah karena menolak rencana gubernur Jakarta terpilih, Anies Baswedan untuk menghentikan reklamasi Teluk Jakarta. Ia membantah keras proyek reklamasi penuh dengan kepentingan.

Selain itu, ia membantah tuduhan proyek reklamasi ini didukung dana dari pihak lain. "Kampungan itu, jadi jangan ada yang ngomong pemerintah dikasih triliunan sama ini itu. Mulutnya dijaga, jangan asal ngomong saja," ujar Luhut.

Apa pun tindak lanjut reklamasi, kata dia, harus sesuai dengan data yang mendasar. Data yang mendasar merupakan hasil penelitian yang mempunyai semua komponen.

Luhut mengatakan pihaknya tak masalah dengan akan seperti apa proyek reklamasi ke depan. Namun, ia berharap jika memang gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan hendak menjadikan proyek reklamasi sebagai pelabuhan maka harus memiliki landasan basis data yang kuat.

"Ya nggak masalah mau dijadikan apa pun. Tapi asal semua berangkat dari studi yang jelas," ujarnya.