Sabtu , 20 May 2017, 08:35 WIB

Jokowi: TNI Harus Antisipasi Perubahan Dunia

Red: Angga Indrawan
Antara
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo minta TNI agar tetap mengantisipasi perubahan dunia yang terjadi begitu cepat, khususnya di bidang teknologi.

"Di darat kita lihat, di laut bisa kita lihat, di udara juga bisa kita lihat betapa sangat terintegrasinya, terpadunya kerja sama di antara darat, laut, dan udara sehingga bisa memenangkan pertarungan di akhir," kata Presiden usai melakukan shalat Jumat dan makan siang di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau pada Jumat (19/5).

Presiden Joko Widodo merasa bangga melihat kekompakan atau soliditas yang ditunjukkan para prajurit TNI dalam Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang dilakukan di Kepulauan Natuna. Jokowi juga menyampaikan agar seluruh prajurit TNI untuk tidak berpuas diri sebab masih banyak hal yang dinilai perlu diperbaiki dan dibenahi.

"Terutama di bidang alutsista kita yang mau tidak mau harus diikuti karena teknologi yang perubahannya begitu cepat. Itulah yang harus kita ikuti," tuturnya.

Presiden juga menceritakan bagaimana teknologi berkembang begitu pesat. Menurut Kepala Negara, saat sebagian orang masih mempelajari teknologi internet, sudah muncul di belahan dunia lainnya "mobile internet".

Tak berhenti sampai di situ, muncul lagi lompatan teknologi lain yang sedemikian cepat seperti teknologi kecerdasan buatan. "Kita baru melihat dan kita pelajari, sudah muncul lagi yang berikutnya, artificial intelligence, mesin cerdas yang ini juga harus kita ikuti," kata Presiden.

Perubahan-perubahan teknologi seperti itu yang selalu harus diantisipasi. Presiden tentu tidak menginginkan TNI tertinggal dalam hal penguasaan teknologi dengan negara lainnya. "Jangan sampai kita ditinggal oleh negara yang lain karena penguaasan teknologi kita yang terlambat," kata Presiden.

Sumber : Antara