Senin , 19 Juni 2017, 18:58 WIB

Mensos Serahkan Bantuan Jadup Bagi 358 Korban Banjir

Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Antara/Umarul Faruq
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) memeluk ibu ketika menyerahkan bantuan sosial bagi ratusan keluarga penerima manfaat (PKM) di Kota Pasuruan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) memeluk ibu ketika menyerahkan bantuan sosial bagi ratusan keluarga penerima manfaat (PKM) di Kota Pasuruan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi 358 jiwa korban banjir bandang di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah senilai total Rp 322,2 juta. 

Bantuan sejumlah Rp 10 ribu per jiwa selama 90 hari tersebut diserahkan langsung Mensos Khofifah di Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, pada hari ini. Para korban banjir bandang juga diberikan bantuan paket sembako dan paket perlengkapan mandi. 

"Semoga bantuan Jaminan Hidup ini bisa membantu meringankan menopang kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan pascabencana," ujarnya dalam siaran pers kepada republika.co.id, Senin (19/6). 

Khofifah mengatakan, Jadup menurut Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015 adalah bagi keluarga yang rumahnya rusak berat. Jadup diberikan satu kali dan pencairannya dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.

Khofifah pada Mei lalu juga menyerahkan bantuan sosial santunan ahli waris, luka berat, dan logistik korban banjir bandang. Bantuan secara simbolis diberikan di desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag, Magelang. 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mencairkan dana bansos program keluarga harapan (PKH) tahap kedua bagi 35.924 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Adapun total bansos yang diterima Kabupaten Magelang pada 2017 sebesar Rp 187 miliar, terdiri PKH, Beras Sejahtera (Rastra), Bantuan Sosial Disabilitas, Bantuan Sosial Lanjut Usia, dan Bantuan Sosial UEP KUBE. "Porsi bantuan paling besar adalah Rastra senilai Rp 117,8 miliar untuk 90.150 keluarga," katanya.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat menerangkan, total bantuan yang diberikan sejumlah Rp 855 juta terdiri dari santunan kematian bagi 13 ahli waris korban meninggal sebanyak Rp 195 juta, korban luka sejumlah Rp 15 juta kepada tiga orang, dan bantuan logistik sejumlah Rp 116,5 juta, dan Jadup sebesar Rp 322,2 juta.