Senin , 26 June 2017, 19:45 WIB

Kemenhub Kembangkan Aplikasi Moovit

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
pixabay
Ilustrasi aplikasi ponsel
Ilustrasi aplikasi ponsel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini pihaknya bersama developer aplikasi sedang mengembangkan aplikasi transportasi bernama Moovit. Aplikasi ini nantinya akan menhadirkan keseluruhan konektivitas Jakarta mulai dari Kereta Rel Listrik (KRL), Transjakarta hingga angkutan perkotaan.

Budi menjelaskan Moovit merupakan aplikasi ponsel pintar berbasis Android, IOS, dan Windows Phone. Aplikasi yang tersedia secara gratis sejak 2015 ini memiliki fungsi memandu perjalanan penggunanya yang hendak bepergian menggunakan angkutan umum. Nantinya Moovit akan memberikan informasi mengenai rute, jenis angkutan, dan jadwal kedatangan armada angkutan umum secara real time.

"Pemerintah selalu berusaha untuk menginvestasikan sarana transportasi. Tapi semua itu tidak akan maksimal apabila tidak ada suatu aplikasi tertentu," ujar Budi saat sedang mencoba aplikasi tersebut di Stasiun Palmerah, Senin (26/6).

Budi menilai aplikasi tersebut dapat membantu pemerintah dalam membangun pelayanan transportasi umum untuk masyarakat. Budi lalu mencoba aplikasi tersebut dengan rute perjalanan dari Stasiun Palmerah menuju Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Melalui aplikasi tersebut, Budi mendapat informasi pilihan moda transportasi umum yang dapat mengantarnya ke tempat tujuan.

"Saya apresiasi Moovit karena ini tidak ada uang pemerintah di sni. Jadi ini adalah suatu usaha swasta di mana Moovit sudah digunakan di 75 negara dan 1.300 kota," katanya.

Budi kemudian memilih menaiki KRL dengan tujuan Stasiun Palmerah menuju ke Stasiun Kebayoran Lama. Menhub kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Metro Mini ke Terminal Blok M. Dari lokasi tersebut, perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan bus Transjakarta.

Dari aplikasi tersebut, terdapat informasi bahwa pengguna harus berhenti di Halte Monumen Nasional untuk menuju ke Kantor Kemenhub. Dari halte tersebut, Budi kemudian berjalan kaki menuju kantornya yang hanya berjarak sekitar 30 meter.