Sabtu , 12 Agustus 2017, 09:24 WIB

Musik WTF untuk Malam Sabtu Presiden

Red: Indira Rezkisari
Antara
Presiden Joko Widodo (tengah) diajak berfoto oleh para penonton saat melihat konser We The Fest di JIExpo, Jakarta, Jumat (11/8).
Presiden Joko Widodo (tengah) diajak berfoto oleh para penonton saat melihat konser We The Fest di JIExpo, Jakarta, Jumat (11/8).

REPUBLIKA.CO.ID, Tulisan "The stage is Bananas" kerlap-kerlip di atas panggung saat musisi bergenre pop elektronik asal Inggris, Alexandra Lilah Denton, atau lebih dikenal dengan nama Shura, manggung di festival musik elektronik/pop/dance "We The Fest" (WTF) 2017.

Di samping tulisan "The stage is Bananas" ada gambar sesisir pisang kuning yang juga ikut berbinar. Tentu setelah gambar pisang ada tulisan besar "SHURA" yang dihiasi lampu-lampu meriah.

Pemandangan itu tampak di salah satu "hall" di JI-Expo Kemayoran pada Jumat (11/8). Para penonton tampak menikmati hiburan lampu dan lagu-lagu "new wave" yang dibawakan Shura, namun saat semua mata sedang tertuju ke panggung tiba-tiba muncullah sosok yang juga menarik perhatian.

Sosok pria ramping yang mengenakan kaos biru berlengan tujuh perdelapan bertuliskan "We The Fest" itu, datang dari pintu depan "hall" yang tidak dibuka untuk sembarangan orang.

Apalagi orang-orang yang mengawalnya pun ternyata banyak, jejeran pria bertubuh besar dan tinggi masih mengenakan batik berbaris mengamankan jalan untuk pria tersebut. Ternyata Presiden Joko Widodo sendiri yang datang ke festival WTF yang dilangsungkan pada 11-13 Agustus 2017 tersebut. Ia hanya berjalan sekitar 400 meter dari hall A2/3 tempat penyelenggaraan Silaturahmi Nasional (Silatnas) II Pendukung Setia Jokowi 2017 yang sebelumnya ia hadiri.

Saat tiba di "venue" WTF sekitar pukul 21.00 WIB itu, Presiden Jokowi tampak didampingi oleh pemimpin redaksi majalah Rolling Stone Indonesia Adib Hidayat yang juga pemerhati musik. "Ganti kaus saja Pak, pakai batik nanti gerah, lebih santai juga," kata saya sebelum masuk ke lokasi "We The Fest" tulis Adib dalam akun Instagramnya @adibhidayat. Saat menghadiri Silatnas Presiden Jokowi mengenakan batik biru lengan panjang.

Kaus dan celana pendek juga tampaknya menjadi "seragam" yang nyaman untuk para penonton WTF. Para perempuan dan laki-laki berusia sekitar 15 sampai 30-an tahun itu tampak tidak ada yang mengenakan batik, tapi hanya mengenakan kaus santai bahkan banyak yang tanpa lengan dipadu dengan celana pendek atau panjang beragam model, bahkan ada yang mengenakan baju ala Indian.

"It's honour to have Mr President here," kata Shura dari panggung.

Presiden sendiri pun membalas sapaan Shura itu dengan melambaikan tangannya ke Shura dan bahkan terus mengangkat tangan mengikuti irama lagu yang dimainkan Shura. Keseruan Presiden itu hanya terganggu dengan antrean permintaan swafoto dan bersalaman dari para penonton, baik pria maupun wanita, yang tentu direspons dengan baik oleh Presiden.

Cahaya "blitz" baik dari kamera maupun ponsel berpendar bergantian meski pasukan pengamanan presiden (paspampres) sudah berkali-kali melarang untuk menggunakan "blitz". Tapi siapa yang merisikokan mukanya tak terlihat saat berswafoto dengan Presiden karena kekurangan cahaya?

Boom Clap
Selesai di panggung "Bananas", Jokowi melangkah ke "main stage" saat penyanyi asal Inggris Charlotte Emma Aitchison alias Charli XCX sedang beraksi. Kali ini pemilik Ismaya Grup, induk perusahaan Ismaya Live, sang penyelenggara WTF ikut menemani. Mereka adalah Bram Hendrata dan Christian Rijanto. Bram tampak "hanya" memakai kaus oranye polos dan celana pendek saat menemani hajatan musik yang ia selenggarakan.

"Pak Jokowi, Pak Jokowi, foto," teriak banyak penonton WTF kepada Presiden. Secara bergiliran mereka pun berswafoto dengan Presiden, termasuk anak-anak muda yang hanya mengenakan "tank top" bergincu tebal.

Tidak kurang ada sekitar 4 lagu yang dinikmati Jokowi dari Chalri XCX, termasuk lagu "Boom Clap" yang bertempo cepat dan penuh gebrakan. Selesai menikmati lagu, Presiden pun diarahkan ke tenda VIP untuk melihat lebih dekat panggung "main stage" dan sedikit mengobrol dengan Adib, Bram, serta Christian. Tampak juga Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki yang sudah berganti kaus "We The Fest" warna putih.

Tenda VIP yang dibuat dengan model panggung dan dipisahkan pagar dengan penonoton itu membuat Presiden pun bisa dengan leluasa melihat panggung dan kerumunan massa di depan panggung. Akibatnya, Presiden pun bisa melambaikan tangan sekaligus bersalaman dengan massa di depannya, sehingga panggung terasa ada dua: panggung utama diisi Charli XCX dan panggung tambahan dimeriahkan Presiden Joko Widodo yang namanya terus dipanggil massa.

Saat Charli selesai beraksi, Presiden masih ada di tenda untuk bercakap-cakap dengan tuan rumah WTF sekaligus melayani permintaan foto bersama para penonton.

Hanya sekitar 20 menit beristirahat, tampillah kelompok musik Kodaline asal Irlandia di panggung utama. "Thank you for coming to our festival. We all love you, thank you for your hardwork, and your love of music. You're one of the coolest people in the planet," kata Assistant Brand Manager Ismaya Sarah Deshita sebelum Kodaline naik ke panggung WTF yang disambut teriakan penonton.

Tak disangka, pada lagu ketiga, Kodaline pun ikut menyapa Presiden. "It's nice to have the presence of the President here," vokalis kelompok musik Kodaline Steve Garrigan.

Presiden pun tampak mengangguk-anggukkan kepala tanda ia tampak menikmati permainan musik Kodaline seperti yang juga dilakukan oleh para penonton WTF.

Presiden mengaku datang ke festival musik WTF agar dapat memahami kondisi generasi milenial dan mempersiapkan kebijakan pemerintah bagi mereka. "Kita kan harus melihat kelompok-kelompok, kita harus melihat anak-anak muda, generasi milenial, supaya nanti kita bisa mengantisipasi kebijakan kemudian persiapan kebijakan ke depan yang harus kita lakukan. Kalau kita tidak tahu, mana bisa kita menyiapkan dan mengantisipasi sebuah kebijakan," kata Jokowi seusai menonton WTF.

Total sekitar 1 jam 50 menit Presiden menikmati sajian musik elektronik/pop/dance khas anak muda itu. "Kedua, apapun juga, industri kreatif itu menjadi kekuatan kita. Kita mempunyai pasar yang besar, oleh sebab itu harus digarap secara baik. Kalau (datang, red.) seperti ini tadi, kita bisa melihat di mana posisi kita. 'Positioning' apa yang harus kita ambil," ungkap Presiden.

Ia pun berkomentar mengenai para musisi yang tadi ditontonnya. "Itu penting karena tadi ada kan misalnya seperti (band, red.) Shura kita bisa bandingkan dengan The SIGIT. Itu seperti apa, kemudian harus mengejarnya di mana. Kodaline dibandingkan dengan yang kita punya. Mestinya diperbaiki di sebelah mana. Saya kira misalnya penyelenggaraan-penyelenggaraan ini yang manajemen panggungnya baik, manajemen 'lighting-nya' baik, penataan pengelolaan penontonnya juga baik. Saya kira kita harus memperbaiki terus seperti itu," tambah Presiden.

Ia pun berjanji memberikan ruang lebih banyak bagi anak-anak muda Indonesia untuk berinovasi dan menciptakan kreativitas yang positif. "Saya kira kita harus punya peluang-peluan seperti itu. Kalau kita tidak tahu lapangan, tidak tahu pasar, dari mana kita mau buat kebijakan, benar enggak?" ungkap Presiden.

Meski mengaku tidak kenal dengan para musisi yang manggung di WTF, Presiden memuji penampilan mereka. "Bagus, bagus. Hehehe. Ya memang bagus. Kayak yang terakhir, Kodaline tadi. Mungkin 70 persen mirip-mirip The Police. Kelihatannya ya, benar atau salah saya enggak ngerti," ungkap Presiden sambil menganggukkan kepala dan menggerakkan tangannya.

Jokowi mengaku punya selera musik yang berbeda. "Enggak, enggak, enggak tahu. Zaman saya kan zaman Led Zeppelin, Nazareth, Judas Priest, Metalica. Zaman-zaman itulah saya kira ini berbeda. Tetapi saya tadi ingin melihat juga," jelas Presiden.

Adib Hidayat dalam akun Instagramnya, menjelaskan bahwa Presiden Jokowi memang doyan menonton konser musisi idolanya itu. "Tiap pagi saya punya waktu 1 jam dari Istana Bogor ke Istana Negara di Jakarta untuk mendengar lagu-lagu yang saya suka dulu dari mulai dari Led Zeppelin, Deep Purple, The Police, Jusas Priest, Metallica atau Phil Collins dan Nazareth. Kalau datang ke festival musik saya sudah lama juga absen, setelah nonton Guns N Roses dan Metallica di Jakarta, paling nonton Lamb of God dan Jusas Priest di Singapura. Saya ingat pas nonton Lamb of God, Kaesang malah mau keluar, nggak suka musiknya kata dia," tulis Adib di @adibhidayat.

Dalam akun yang sama Adib mengaku mendadak diajak Presiden Jokowi menyaksikan We the Fest 2017. Di We The Fest tadi Presiden Jokowi berkesempatan nonton @weareshura, @charli_xcx dan @kodaline. Saya mau nonton @thesigit_ dan @schaller_id, sayang telat.

Sedangkan akun @christianrijanto memuat fotonya bersama dengan Presiden dengan penjelasan foto "Nice t-shirt pak Presiden" kata Christian di akun tersebut lengkap dengan simbol jempol. Jadi selamat datang di musik generasi milenial, Pak Presiden.



Sumber : Antara