Ahad , 13 August 2017, 18:56 WIB

Putera-Puteri Pendiri Bangsa Adakan Pertemuan di Tebu Ireng

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Agus Yulianto
wikipedia
Meutia Hatta
Meutia Hatta

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Sejumlah putera-puteri para pendiri bangsa baru saja mengadakan pertemuan bersama di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Ahad (13/8). Pada kesempatan itu, keturunan dari panitia sembilan kemerdekaan itu mengungkapkan sejumlah seruan untuk bangsa.

"Ini seruan untuk seluruh negeri agar bisa dipahami dan diserap di hati dengan baik seruan itu. Kita ajak agar lebih baik kelola negeri kita ini," ujar Puteri Pendiri Bangsa Mohammad Hatta, Meutia Hatta seusai Pertemuan Putera-puteri Pendiri Bangsa di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Ahad (13/8).

Menurut Meutia, seruan itu hadir karena berkaitan dengan persatuan dan kebhinekaan Indonesia yang sudah agak meluntur. Untuk itu, pihaknya berkeinginan agar bisa mempererat kembali kesatuan negeri ini agar aman. Dalam hal ini termasuk menjaga kedaulatan negara dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.

"Dan apa yang harus kita lakukan itulah yang paling penting. Musuh kita bukan hanya yang konkret tapi juga abstrak seperti kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan dan sebagainya," terang dia.

Adapun poin-poin dari seruan kepada bangsa ini terdiri dari enam hal. Pertama, Bhineka Tunggal Ika merupakan kekuatan bangsa yang perlu dirawat dan dikembangkan demi kemajuan bangsa. Kemudian bangsa diminta untuk bersatu memperkokoh kedaulatan negara dan menjadi tuan di negeri sendiri.

Poin ketiga berkaitan dengan harapan agar pemerintah dapat konsisten dalam menjalankan tugas yang diamanahkan dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam hal ini menjalankannya sesuai dengan tujuan mendirikan negara seperti memenuhi hak dasar rakyat. Karakter bangsa yang sejak awal dicanangkan pendiri bangsa juga perlu diperjuangkan dan terwujud secara nyata.

"Poin keempat, tokoh partai politik harus mengubah orientasi meraih kekuasaan semata menjadi orientasi melayani masyarakat," ujar dia.

Pada poin keempat juga disebutkan tokoh partai politik untuk memiliki jiwa kenegaraan dalam pengelolaan ekonomi nasional. Kemudian pada kemanana nasioanl, penegakkan keadilan serta kepastian hukum juga.

Poin selanjutnya ditunjukkan pada birokrasi pemerintah agar menjadi pelayan masyarakat yang profesional dan berintegritas. "Dan terakhir untuk media agar secara keseluruhan menjalankan fungsinya sebagai sarana pendidikan bangsa dan memberikan informasi yang benar. Media perlu mengisi jiwa rakyat dengan rasa kemanusiaan yang tinggi," ujarnya.


Berita Terkait