Ahad , 13 August 2017, 20:19 WIB

Kapal Selam KRI Nagapasa Beroperasi Penuh pada 2018

Rep: Santi Sopia/ Red: Andri Saubani
youtube.com
Kapal selam KRI Nagapasa.
Kapal selam KRI Nagapasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI memastikan kapal selam KRI Nagapasa 403 hasil kerja sama RI dengan Korea Selatan segera tiba di Indonesia. Sekretaris Jenderal Kemenhan Laksamana Madya Widodo berharap kapal selam ini sudah dapat beroperasi penuh pada 2018. "Senjatanya torpedo, targetnya paling lambat November atau Desember sehingga pada 2018 sudah bisa dioperasikan secara penuh," kata Widodo di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika Kemhan, Jakarta, Ahad (13/8).

Kapal tiba pada 28 Agustus di Surabaya. Widodo mengatakan perlengkapan senjata kapal masih dalam proses pengembangan. "Untuk senjatanya ini sedang dipesan dari Italia. Untuk baterai kita kembangkan di dalam negeri ada," ujarnya.

Torpedo dinilai menjadi senjata paling cocok. Menurut Widodo, kapal selam ini tidak bisa dilengkapi segala jenis senjata. Sebab disesuaikan dengan konfigurasi kapal selam tersebut. Dari penggunaan TNI Angkatan Laut (AL) dalam hal ini sudah menentukan spesifikasi teknis operation recruitmen-nya sehingga senjata itu cocok untuk TNI AL maupun TNI.

Indonesia baru memiliki tiga dari total 12 kebutuhan kapal dalam alat utama sistem pertahanan (Alutsista). Selebihnya, Kemhan RI akan mengupayakan pengembangan dalam negeri.

Sesuai komitken Presiden RI Joko Widodo, menurutnya, juga adalah mengembangkan industri dalam negeri untuk kemandirian industri pertahanan yang diharapkan bisa diraih pada 2019. "Kapal selam ini nantinya akan dikembangkan dan ditempatkan di beberapa titik. Tak hanya di Surabaya, tetapi juga di Palu, wilayah utara Indonesia, wilayah barat, Natuna, jadi nanti ada semua," tambah Widodo.