Ahad , 13 August 2017, 20:35 WIB

Cucu Haji Agus Salim: Indonesa Hanya Merdeka Secara Fisik

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Agus Yulianto
Republika/Wilda Fizriyani
Pertemuan putera puteri pendiri bangsa
Pertemuan putera puteri pendiri bangsa

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Sejumlah putera-puteri pendiri bangsa terutama yang tergabung dalam panitia sembilan telah mengadakan pertemuan bersama di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Ahad (13/8). Seluruh keturunan para pahlawan nasional ini mencoba mengutarakan testimoni kebangsaan yang salah satunya dari Cucu Haji Agus Salim, Agustanjil Sjahroezah.

Agus menerangkan, kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari bapak bangsa yang tergabung dalam Panitia Sembilan. Mereka termasuk Haji Agus Salim telah berkorban jiwa raga meski sebenarnya dapat hidup enak di masa penjajahan.

"Mereka justru keluar dari zona nyaman, adakan perlawanan untuk meraih kemerdekaan," ujar Agus saat Pertemuan Putera-puteri Perintis Bangsa di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, Ahad (13/8).

Dari perjuangan fisik dan diplomasi para pendiri bangsa, Agus menyebutkan, terdapat hal yang perlu dipelajari masyarakat Indonesia saat ini. Meski berhasil memerdekakan Indonesia, mereka tetap rendah hati dan mengakuinya dalam Pembukaan UUD 1945.

Dalam pembukaan itu disebutkan kemerdekaan Indonesia tidak hanya karena semangat juang mereka tapi kehendak Allah SWT. "Itu artinya walau kita harus berjuang, tapi Allah tetap yang menentukan," tegas dia.

Beriringan dengan perayaan HUT RI ke-72 nanti, Agus berharap, masyarakat dapat menangkap esensi dari kemerdekaan sebenarnya. Di matanya, Indonesia hanya merdeka secara fisik tapi tidak dalam kedaulatan penuh. Untuk itu, Indonesia sudah seharusnya memperjuangkan terpenuhinya kedaulatan negara secara penuh.

"Masing-masing harus menumbuhkan kesadaran masyarakat kita, berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa," ucap dia.