Kamis , 17 Agustus 2017, 20:56 WIB

Panglima TNI Gelar Aksi Doa Bersama 171717

Red: Andi Nur Aminah
Republika/Rakhmawaty La'lang
  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin saat mengikuti doa bersama di lapangan Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (17/8).
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin saat mengikuti doa bersama di lapangan Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (17/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menggelar doa bersama menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Doa bersama tersebut bertema Muroja'ah untuk meningkatkan rasa 'Berkasih Sayang' pada tanggal 17 Agustus 2017.

Kegiatan doa bersama serentak itu dilakukan dengan mengajak seluruh umat penganut agama-agama dari Sabang sampai Merauke untuk mendoakan agar bangsa Indonesia tidak terpecah belah dan bersatu mempertahankan NKRI. Gatot Nurmantyo mengatakan doa bersama dan Muroja'ah 171717 akan menjadi landasan yang kokoh sekaligus menggelorakan kembali semangat persatuan kesatuan di antara seluruh warga Indonesia.

"Dengan Indonesia yang lebih berkasih sayang, Indonesia yang makin saling mengasihi dan menyayangi dalam keberagaman, kita semua tentu juga berdoa semoga kebersamaan dan ikatan yang sangat baik ini akan menjadi landasan yang kokoh gelorakan persatuan bangsa," kata Panglima TNI dalam sambutannya pada acara Doa Bersama dan Muroja'ah 171717, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Timur, Kamis (17/8) petang.

Panglima menjelaskan, persatuan yang dimaksud adalah persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yang sangat indah dan kaya; persatuan dan kesatuan dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika; dan persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia. Memaknai kemerdekaan yang telah nikmati bersama selama 72 tahun sudah sepatutnya untuk disyukuri karena Indonesia tidak hanya dikaruniai kemerdekaan, tetapi juga karena dilahirkan sebagai bangsa patriot petarung dan sekaligus bangsa pemenang.

"Atas karunia inilah, sekalipun harus dicapai melalui perjuangan darah dan air mata segenap anak bangsa kita dapat meraih kemerdekaan," katanya.

Melalui perjuangan anak bangsa yang percaya kepada kemampuan sendiri, dengan senjata apa adanya, seraya menggelorakan semangat gotong royong, sehingga memunculkan energi sosial yang mengobarkan semangat "Merdeka Atau Mati". Energi sosial tersebut, lanjut Gatot, bisa muncul karena mobilisasi kekuatan umat, santri, dan pemuda serta segenap komponen bangsa oleh para tokoh agama, ulama, kiai, habaib, pendeta, pastor, pinandita, biksu dan tokoh nasionalis.

Sekitar 8.500 orang memadati lapangan Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis petang, untuk mengikuti doa bersama tersebut.  Di Mabes TNI, sejak pukul 16.00 WIB ribuan prajurit TNI dan masyarakat sipil berbondong-bondong datang untuk mengikuti doa bersama yang bertema "Indonesia Lebih Kasih Sayang".

Diperkirakan jumlah orang yang mengikuti doa di Mabes TNI mencapai 8.500 orang, terdiri atas prajurit TNI, tokoh agama, para hafidz Quran, santri dan PNS TNI yang menggunakan ikat kepala bendera merah putih. Tampak Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin duduk mendampingi Panglima TNI.

Selain di Lapangan Plaza TNI, ada beberapa titik tempat doa bersama bagi agama lain. Untuk masyarakat, prajurit TNI dan PNS TNI yang beragama Kristen Protestan dan Katholik mengelar doa bersama di Plaza Mabes TNI AU.

Umat beragama Hindu menggelar doa bersama di Pura Ade Shaka Dharma Mabes TNI Angkatan Laut, dan umat Budha doa bersama di Gedung Balai Wartawan Puspen TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Doa bersama dan muroja'ah dilakukan selama satu jam, mulai pukul 17.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Sumber : Antara