Rabu , 13 September 2017, 21:36 WIB

BNPB: Indonesia Sesuaikan Bantuan dengan Kebutuhan Rohingya

Red: Bayu Hermawan
Republika/ Wihdan Hidayat
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko PMK Puan Maharani (kiri), Menlu Retno Marsudi, dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo melihat persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (13/9).
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko PMK Puan Maharani (kiri), Menlu Retno Marsudi, dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo melihat persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (13/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Indonesia akan menyesuaikan bantuan kemanusiaan dengan kebutuhan yang diperlukan oleh para pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh.

"Kita masih menunggu hasil rilis terakhir apa kebutuhan yang sangat mendesak. Dan kira-kira sebesar apa yang harus kita beri dan menjadi kebutuhan mereka agar terpenuhi," kata Direktur Tanggap Bencana BNPB Junjungan Tambunan di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh pada Rabu (13/9).

Menurut Junjungan, gelombang pertama bantuan bagi Rohingya pada 2017 berasal dari pemerintah, baik kementerian maupun lembaga. Jenis bantuan kemanusiaan yang dikirimkan pemerintah Indonesia terdiri atas beras 20 ton, gula 1 ton, tenda darurat 10 unit, selimut 7 ribu helai, alat kebutuhan keluarga 600 paket, serta tangki air darurat kapasitas 1.893 liter sebanyak 10 unit.

Tim misi bantuan kemanusiaan Indonesia akan menyerahkan bantuan kepada Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh Rina Soemarno untuk diserahkan kepada pemerintah Bangladesh.

"Nanti pihak kedutaan akan memantau apakah ini sesuai dengan maksud peruntukan dan harapan kita dan harapan dari para pengungsi ini akan termonitor oleh kita sekalian nanti," kata Junjungan.

Pemerintah mengerahkan sejumlah unit pesawat angkut Hercules C130 TNI AU untuk mengangkut bantuan-bantuan yang terkumpul bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh. Junjungan menjelaskan TNI AU menyiagakan pesawat Hercules di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta untuk memindahkan bantuan dari wilayah di Pulau Jawa dan sekitarnya menuju Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh sebagai Posko Civic Mission Indonesia Pengiriman Bantuan Kemanusiaan untuk Rohingya.

Kemudian dari Aceh, pesawat Hercules akan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Bandara Chittagong, Bangladesh untuk disalurkan oleh KBRI. Menurut Komandan Satgas Civic Mission TNI AU Marsma Nanang Santoso posko akan dioperasikan selama kegiatan pengiriman bantuan bagi pengungsi Rohingya berlangsung.

Sumber : Antara