Kamis , 14 September 2017, 09:50 WIB

Keberangkatan Pesawat Bantuan untuk Rohingya Masih Tertunda

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Indira Rezkisari
Republika/ Wihdan Hidayat
Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers usai melihat persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (13/9).
Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers usai melihat persiapan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (13/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Empat pesawat Hercules yang telah diberangkatkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo kemarin belum juga sampai ke Bandara Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh. Empat pesawat tersebut masih tertahan di Lanud TNI AU Sultan Iskandar Muda (SIM).

Komandan Satuan Tugas Civic Mision untuk Rohingya Marsma TNI Nanang Santoso mengatakan, terdapat perubahan kembali penjadwalan keberangkatan pesawat bantuan kemanusiaan ini. Petugas di bandara tujuan menyebut bahwa tempat untuk menampung pesawat baru bisa kosong sekitar pukul 17.00 waktu setempat.

"Hanya ada dua penerbangan yang mencapat clearance A-1326 dan A-1319," ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (14/9).

Sedangkan dua pesawat Hercules, yaitu A-1335 dan A-1316 sementara masih berada di Bandara Sultan Iskandar Muda. Kedua pesawat ini baru bisa berangkat setelah ada clearance berikutnya.

Adapun dua pesawat pertama direncanakan berangkat sekitat pukul 13.00 WIB. Pesawat akan menempuh waktu sekitar 4,5 jam. Dua pesawat ini masing-masing membawa bantuan berupa 10 ribu kilogram beras. Sementara dua pesawat lainnya membawa perbekalan berupa pakaian, tenda dan family kit.