Kamis , 14 September 2017, 10:58 WIB

Menpora Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah
ANTARA/Andika Wahyu
Menpora Imam Nachrowi.  (ANTARA/Andika Wahyu)
Menpora Imam Nachrowi. (ANTARA/Andika Wahyu)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya menggelar rapat senat terbuka di Sport Center and Multipurpose UIN Sunan Ampel Surabaya, Kamis (14/9). Rapat senat terbuka yang digelar adalah dalam rangka memberikan gelar Doktor Honoris Causa untuk alumninya, Imam Nahrawi yang kini menjabat sebagai menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

"Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya memutuskan pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Imam Nahrawi. Keputusan ini memberikan kewenangan kepada Imam Nahrawi untuk menggunakan gelar doktor di depan namanya," seperri tertulis dalam surat keputusan Rektor UIN Sunan Ampel Abdul A'la yang dibacakan saat penganugerahan tersebut.

Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Husein Aziz memaparkan, pemberian gelar doktor tersebut didasarkan pada kajian akademik yang dilakukan oleh Pascasarjana UIN Sunan Ampel. Kajian tersebut menemukan banyak gagasan besar yang dilahirkan dari kebijakan Imam Nahrawi sebagai menteri pemuda dan olahraga.

"Banyak gagasan besar yang dilahirkan dari seorang bernama Imam Nahrawi. Di antara gagasan besar yang dicetuskan itu adalah kepemimpinan kepemudaan berbasis agama," ucap Husein dalam sambutannya.

Gagasan kepemimpinan kepemudaan berbasis agama, Husein mengatakan, bisa menjadi solusi permasalahan bangsa, bahkan dunia. Sebab, dalam gagasan tersebut ada integrasi antara sains dan ilmu, yang merupakan modal peradaban bangsa.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi kemudian menghaturkan terimakasih atas penganugerahan tersebut. Imam mengaku, penganugerahan gelar doktor tersebut benar-benar di luar ekspektasinya. "Anugrah ini sungguh di luar ekspektasi saya," ucap Imam dalam orasinya.

Imam menambahkan, di masa lampau, dia hanya bercita-cita menjadi seorang guru. Itu pula alasan yang membawanya masuk ke Fakultas Tarbiyah di Universitas yang menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepadanya itu.

Namun, lanjut Imam, perjalanan hidup malah menuntunnya menjadi seorang politisi. Namun demikian, Imam mengaku tidak menyesal. Sebab, dengan jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, telah membuatnya memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berguru dan menjadi guru.

"Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, kampus saya sekarang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Mahasiswa saya jumlahnya 63 juta pemuda di seluruh Indonesia," terang Imam.