Kamis , 14 September 2017, 12:59 WIB

Jokowi Janji Selesaikan Dana Desa untuk Perpustakaan

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani
Dana Desa
Dana Desa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan menyelesaikan masalah dana desa yang akan diperuntukan bagi pengembangan perpustakaan. Hal ini disampaikan Presiden saat meresmikan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta.

"Tadi sudah disampaikan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dana desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini," kata Jokowi saat memberikan sambutan di Perpustakaan Nasional di Jakarta, Kamis (14/9).

Pengembangan perpustakaan desa dengan menggunakan dana desa ini dinilai sejumlah kalangan dapat meningkatkan literasi di Indonesia. Lebih lanjut, terkait upaya meningkatkan minat baca anak-anak, Presiden pun juga pernah menjanjikan untuk mengirimkan buku secara gratis ke seluruh pelosok di Tanah Air.

Pengiriman buku gratis ke seluruh daerah ini dilakukan setiap tanggal 17 tiap bulan. Jokowi pun memastikan, pengiriman buku gratis masih berjalan hingga saat ini. Ia berjanji, akan menindak tegas apabila pengiriman buku gratis tak lagi berjalan tiap bulannya.

"Untuk pegiat-pegiat literasi. Saya dulu pernah janji setiap tanggal 17, setiap bulannya pengiriman buku atau hal-hal yang berkaitan dengan literasi digratiskan, berjalan ndak? Berjalan? Kalau ndak berjalan ada yang saya jewer pasti nanti. Presiden sudah ngomong enggak dijalankan," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Presiden menginstruksikan Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk memusatkan seluruh jurnal internasional di Perpustakaan Nasional. Dengan integrasi ini dinilai lebih efisien dan memudahkan.

"Saya minta kepada Mendikti jadi nantinya untuk jurnal internasional seluruh perguruan tinggi ini di pusatkan, dilewatkan di Perpustakaan Nasional ini," kata dia.

Untuk mempertahankan masa depan Perpusnas, salah satunya yakni dengan meningkatkan minat baca generasi muda saat ini yang memiliki pola pikir dan perilaku yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi pun mempengaruhi cara generasi muda mendapatkan informasi.

"Mereka sekarang lebih senang baca tulisan atau baca berita di smartphone atau di tablet dan saya keliling ke kampus-kampus, saya tanya berapa banyak yang mereka yang masih baca koran cetak saya dapat memastikan sudah sangat berkurang sekali," kata Jokowi.

Durasi baca anak-anak saat ini, kata Presiden, semakin pendek. Oleh karena itu, Perpusnas pun juga harus dapat memberikan layanan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Yakni salah satunya melayani dengan menggunakan sistem yang lebih cepat.

Dengan cara seperti ini, Presiden meyakini Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya dari negara lain. Jokowi pun mengapresiasi pengembangan Perpustakaan Nasional yang juga diikuti dengan pengembangan sistem digital.