Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

Hercules Berisi Bantuan untuk Rohingya Terbang ke Bangladesh

Kamis 14 September 2017 14:06 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Andri Saubani

atu pesawat Hercules yang mengangkut barang untuk masyarakat Rohingya mulai diberangkatkan ke Bandara Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh, Kamis (15/9).

atu pesawat Hercules yang mengangkut barang untuk masyarakat Rohingya mulai diberangkatkan ke Bandara Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh, Kamis (15/9).

Foto: REPUBLIKA/Debbie Sutrisno

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH BESAR -- Satu pesawat Hercules yang mengangkut barang untuk masyarakat Rohingya mulai diberangkatkan ke Bandara Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh. Pesawat dengan nomor ekor A-1316 mengangkut beras, tenda, dan sejumlah barang lain yang dibutuhkan para pengungsi Rohingya, terbang sekitra pukul 13.30 WIB.

Kadisopslat Angkatan Udara Marsma TNI Nanang Santoso mengatakan, tenda dan beras menjadi barang pertama yang akan dibawa. Sebab barang ini paling penting dan dibutuhkan masyarakat Rohingya. "Kita akan bawa 10 Unit dengan ukuran yang cukup besar," kata Nanang, Kamis (14/9).

Nanang menjelaskan, sebelumnya pesawat direncanakan akan berangkat pukul 06.00 WIB. Namun, karena ada persoalan slot pesawat di bandara tujuan, maka pihak Indonesia harus menunggu pengesahan dari bandara setempat.

Pesawat kedua yang akan diberangkatkan dengan membawa beras direncanakan bakal terbang dua jam setelah pesawat pertama berangkat. Perbedaan waktu memang cukup jauh karena slot parkir area di Chittagong terbatas.

Sedangkan dua pesawat lainnya yang membawa pakaian dan family kit belum mendapatkan penjadwalan. Jadwal terbang masih menanti pihak dari bandara setempat. Kemungkinan pesawat Hercules selanjutnya baru bisa terbang sehari setelah dua pesawat awal terbang.

"Kita lakukan komunikasi terus dengan pihak kedutaan untuk penjadwalan ini. Kita berharap bisa secepatnya mengirimkan bantuan," ujar Nanang.

Pesawat pertama akan menempuh waktu kurang lebih 4,5 jam. Kemudian disusul pesawat kedua dua jam setelahnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Istana Ini Kini Menjadi Museum

Rabu , 24 January 2018, 09:15 WIB