Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

Wednesday, 7 Jumadil Awwal 1439 / 24 January 2018

WNI Sandera Abu Sayyaf Tiba di Indonesia

Kamis 14 September 2017 17:33 WIB

Red: Agus Yulianto

Militan Abu Sayyaf di Filipina (Ilustrasi)

Militan Abu Sayyaf di Filipina (Ilustrasi)

Foto: Youtube

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua WNI yang dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan telah tiba di Tanah Air pada Kamis (14/9). "Dua orang WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf sudah dibebaskan, oleh Pemerintah Indonesia sudah diserahkan kepada keluarga secara resmi oleh Menteri Luar Negeri disaksikan oleh Wakil Bupati Majene dan juga oleh Anggota DPD RI," kata Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal pada press briefing di Jakarta.

Dari Jakarta, kedua WNI tersebut akan dipulangkan ke kampung halamannya di Majene, Sulawesi Barat, Kamis malam nanti. Dua WNI tersebut, atas nama Saparudin bin Koni dan Syawal bin Mariam, dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf pada Kamis pekan lalu.

Saparudin dan Sawal, awak kapal berbendera Malaysia, sebelumnya disandera pada 19 November 2019 di perairan Merabung, Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Dengan dibebaskannya dua WNI tersebut, kini masih ada lima WNI yang menjadi sandera dari dua kasus yang berbeda dan oleh dua kelompok yang berbeda, kata Iqbal.

Dua WNI atas nama La Utu bin La Raali dan La Hadi bin La Edi, keduanya asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara disandera pada 5 November 2016 di perairan Kretam, Kinabatangan, Sandakan, Sabah, Malaysia.

Sementara itu, dua WNI asal Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan; Hamdan bin Saleng dan Sudaling, serta satu WNI asal Bulukumba, Subandi bin Sattu, disendera pada 18 Januari 2017 di perairan Kepulauan Taganak, Sabah, Malaysia.

Iqbal mengatakan, kelima WNI yang masih menjadi sandera tersebut dalam keadaan baik. "Pemerintah terus mengupayakan pembebasan para WNI," kata Iqbal.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Istana Ini Kini Menjadi Museum

Rabu , 24 January 2018, 09:15 WIB