Selasa , 19 September 2017, 21:59 WIB

Menkes Minta Penyakit Flu tak Dianggap Enteng

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Endro Yuwanto
Republika/ Yasin Habibi
Menkes Nila F. Moloek (tengah) didampingi sejumlah asosiasi di bidang kesehatan akan memberikan keterangan terkait vaksin palsu usai menggelar pertemuan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (19/7). (Republika/Yasin Habibi)
Menkes Nila F. Moloek (tengah) didampingi sejumlah asosiasi di bidang kesehatan akan memberikan keterangan terkait vaksin palsu usai menggelar pertemuan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (19/7). (Republika/Yasin Habibi)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek meminta agar penyakit flu tidak dianggap enteng oleh masyarakat, karena ini bisa saja gejala flu burung (Avian influenza/H5N1).

"Padahal, bisa menjadi flu burung, bisa juga kalau batuk-batuk ternyata (mengalami) Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) atau virus unta. Jadi memang flu ini jangan dianggap enteng," kata Nila saat konferensi pers simulasi penanggulangan episenter pandemi influenza, di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (19/9).

Adapun gejala flu burung ini, kata Nila, di antaranya seperti demam, batuk pilek, dan flu biasa. Tetapi jika sudah mengalami letih lesu, mual, ia meminta masyarakat harus hati-hati.

Untuk itu Nila meminta fasilitas kesehatan menguatkan kembali layanan primer, mulai dari pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan bila perlu dirujuk ke rumah sakit khusus rujukan seperti flu burung.

Nila juga meminta masyarakat membersihkan lingkungannya. Jika masyarakat memiliki ayam, burung, unggas, dan sebagainya, lanjut dia, maka kandang hewan itu harus dibersihkan dengan sebaik-baiknya.

Kemudian Nila juga mengkritik letak kandang yang berada dalam rumah pemiliknya. "Antara rumah dengan kandang itu harus ada jarak, selokan juga harus dibersihkan," jelasnya.

Berita Terkait