Jumat , 06 October 2017, 21:43 WIB

Jenderal Gatot Jadi Pembicara di Pengajian Muhammadiyah

Rep: Fuji EP/ Red: Karta Raharja Ucu
Antara/Wahyu Putro A
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar pengajian bulanan bertema Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jumat (6/10) malam. Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo dan Pengamat Militer, Prof Salim Said menjadi pembicara dalam pengajian bulanan tersebut.

"Bersyukur kepada Allah SWT bisa menyelenggarakan pengajian, boleh jadi ini pengajian paling padat pesertanya, mungkin bisa menjadi rating tertinggi," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat memberikan pidato pembukaan di pengajian bulanan, Jumat (6/10) malam.
 
Dari pantauan Republika pada Jumat (6/10) malam, Aula KH Ahmad Dahlan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah dijejali peserta pengajian. Banyak masyarakat umum dan awak media yang tidak dapat masuk ke aula karena aula sudah penuh sejak sebelum pengajian bulanan dimulai pada pukul 19.30 WIB.
 
Agar masyarakat masih bisa menonton pengajian bulanan, Muhammadiyah menyediakan layar di Masjid At Taqwa di area Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah. Saat Jenderal TNI Gatot memasuki aula, peserta pengajian bulanan Muhammadiyah memekikan takbir. Pengajian ini dihadiri juga Mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari.
 
Haedar menerangkan, penyelenggaraan acara pengajian bulanan ini dalam konteks pengajian. Sehingga, apa yang disampaikan narasumber sebaiknya disimak dengan seksama. Ia menyampaikan, Islam, TNI dan kedaulatan bangsa adalah satu nafas serta satu jiwa. Kedaulatan bangsa tidak akan lepas dari umat Islam dan TNI. Tanpa TNI dan umat Islam, tidak akan tegak kedaulatan Bangsa Indonesia.
 
"Peran umat Islam dalam konteks perjuangan kebangsaan sampai pada pascakemerdekaan sampai kapanpun akan tetap berdiri tegak di depan," ujarnya.